Pengertian, Fungsi dan Macam-Macam Sistem Ekonomi

Setiap negara memiliki kebijakan tersendiri untuk menentukan sistem ekonominya. Sistem tersebut diterapkan untuk menghadapi atau menyelesaikan segala permasalahan di bidang ekonomi. Salah satu kalimat di atas mungkin pernah kita jumpai saat kita duduk di kelas X SMA/sederajat. Benar bukan?

Secara singkat, sistem ekonomi adalah susunan dari unsur-unsur ekonomi yang saling berhubungan dan bekerja secara bersama-sama untuk memecahkan masalah ekonomi yang mendasar dan mencapai tujuan tertentu.

Dalam prakteknya, setiap negara menerapkan metode yang berbeda-beda. Perbedaan metode tersebut bisa terjadi, karena disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dialami sebuah negara. Lalu apa sebenarnya pengertian, fungsi dan macam sistem ekonomi yang diusung negara-negara di dunia, termasuk Indonesia?

Untuk lebih lengkapnya, mari simak penjelasannya pada artikel berikut ini.

Pengertian Sistem Ekonomi

sistem ekonomi
olympics30.com

Sistem ekonomi (economiy system) adalah suatu sistem yang dipakai oleh sebuah negara, baik itu pemerintah maupun swasta, untuk mengelola semua aktivitas perekonomian di masyarakat. Suatu sistem perekonomian harus berlandaskan prinsip tertentu guna mencapai kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat secara umum.

Masing-masing negara memiliki sistem perekonomian yang berbeda, tergantung situasi dan kondisi pada negara tersebut. Sistem perekonomian terbaik di suatu negara belum tentu akan memberikan hasil yang sama bila diterapkan di negara lain.

Pengertian Sistem Ekonomi Menurut Para Ahli

1. Gilarso (1992: 486)

Keseluruhan tata cara untuk mengoordinasikan perilaku masyarakat (para produsen, konsumen, pemerintah, bank dan sebagainya) dalam menjalankan kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, investasi dan sebagainya) sehingga terbentuk satu kesatuan yang teratur dan dinamis dan kekacauan dapat dihindari.

2. Gregory Grossman dan M. Manu

Sekumpulan komponen-komponen atau unsur-unsur yang terdiri dari atas unit-unit dan agen-agen ekonomi, serta lembaga-lembaga ekonomi yang bukan saja saling berhubungan dan berinteraksi melainkan juga sampai tingkat tertentu yang saling menopang dan mempengaruhi.

3. McEachern

Seperangkat mekanisme dan institusi untuk menjawab pertanyaan apa, bagaimana dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi (what, how dan for whom).

4. Chestesr A Bermand

Suatu kesatuan yang terpadu yang secara kolestik yang di dalamnya ada bagian-bagian dan masing-masing bagian memiliki ciri dan batas tersendiri.

5. Muhammad Hatta

Menurutnya Muhammad Hatta, sistem perekonomian yang baik untuk diterapkan di Indonesia harus berdasarkan atas asas kekeluargaan.

Fungsi Sistem Ekonomi

Secara umum, berikut ini adalah beberapa fungsi sistem ekonomi tersebut:

  1. Untuk memberikan dorongan terhadap kegiatan produksi di suatu negara.
  2. Untuk mengoordinasikan segala kegiatan individu dalam kaitannya dengan perekonomian.
  3. Untuk mengatur pembagian hasil produksi ke semua anggota masyarakat sehingga kegiatan ekonomi berjalan dengan baik dan sesuai dengan harapan.
  4. Untuk menciptakan suatu mekanisme tertentu dalam kegiatan distribusi barang dan jasa agar berjalan dengan baik.

Macam-Macam Sistem Ekonomi

Sistem ekonomi mempunyai berbagai macam yang dianut di berbagai negara di dunia. Diantanya sebagai berikut:

sistem ekonomi
flowvella.com

Sistem Ekonomi Tradisional

Merupakan suatu sistem ekonomi dalam sebuah organisasi kehidupan ekonomi yang sesuai dengan kebiasaan. Dengan kata lain, sesuai dengan tradisi masyarakat secara turun-temurun dengan mengandalkan faktor produksi apa adanya.
Ciri-ciri:

  1. Belum adanya pembagian kerja yang jelas.
  2. Bergantung pada sektor pertanian atau agraris.
  3. Mempunyai ikatan tradisi yang sifatnya kekeluargaan, sehingga sistem ekonomi tradisional ini bersifat kurang dinamis.
  4. Menggunakan teknologi produksi yang sangat sederhana atau apa adanya.

Kelebihan:

  1. Menimbulkan rasa kekeluargaan dan rasa gotong royong dari masing-masing individu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
  2. Pertukaran secara barter atau pertukaran barang yang dilandasi atas rasa kejujuran dari pada mencari keuntungan.

Kekurangan:

  1. Masyarakat mempunyai pola pikir yang lebih statis.
  2. Hasil produksi yang terbatas karana hanya menggantungkan pada faktor produksi alam dan tenaga kerja yang lebih apa adanya.

Sistem Ekonomi Terpusat/Komando (Sosialis)

Merupakan sistem ekonomi dimana pemerintah mempunyai kekuasaan yang sangat dominan dengan pengaturan kegiatan ekonomi. Penguasaan ini dilakukan melalui pembatasan-pembatasan terhadap kegiatan ekonomi yang dikerjakan oleh para anggota masyarakat.

Negara-negara yang menganut sistem ini antara lain: Rusia, RRT, dan negara-negara Eropa Timur atau bekas negara Uni Soviet.

Ciri-ciri:

  1. Semua kegiatan perekonomian diatur dan ditetapkan oleh pemerintah, baik dari sistem produksi, distribusi dan konsumsi serta penepatan harga jualnya.
  2. Tidak mempunyai kebebabasan dalam berusaha. Karena, hak milik perorangan atau swasta tidak diakui.
  3. Semua alat-alat yang digunakan untuk produksi dikuasai oleh negara.

Kelebihan:

  1. Pengawasan dan pengendalian bisa dilakukan oleh pemerintah dengan mudah.
  2. Pemerintah mempunyai tanggung jawab yang sepenuhnya terhadap seluruh kegiatan perekonomian.
  3. Kemakmuran masyarakat menjadi merata.
  4. Terdapat perencanaan pembangunan yang lebih cepat untuk di realisasikan.

Kekurangan:

  1. Adanya penindasan daya kreasi masyarakat. Sehingga, hampir semua inisiatif dan inovasi diprakarsai oleh pemerintah.
  2. Adanya pasar gelap yang diakibatkan dengan adanya pembatasan yang terlalu ketat oleh pemerintah.
  3. Masyarakat tidak mempunyai hak memilih dan menentukan jenis pekerjaan dan tidak mempunyai hak memilih barang konsumsi yang dikehendaki.
  4. Pemerintah bersifat paternalistis. Dengan kata lain, aturan ini ditetapkan oleh pemerintah seluruhnya benar dan harus benar-benar dipatuhi.

Sistem Ekonomi Liberal (Kapitalis)

Merupakan sistem ekonomi yang mempunyai kebebasan seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat dalam kegiatan perekonomian. Sehingga sama sekali tidak ada campur tangan dari pemerintah. Dengan kata lain, suatu kondisi dimana pemerintah benar-benar lepas tangan dalam pengambilan keputusan ekonomi.

Negara-negara yang menganut sistem ini antara lain: Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Belgia, Irlandia, Swiss, Kanada dan Indonesia yang pernah menganut sistem ekonomi liberal ini pada tahun 1950-an.

Ciri-ciri:

  1. Masyarakat atau swasta diberikan kebebasan yang sangat banyak dalam melakukan kegiatan perekonomian.
  2. Mempunyai kebebasan dalam memiliki barang modal atau barang kapital.
  3. Dalam melakukan tindakan ekonomi ini di landasi dengan semangat untuk mencari keuntungan sendiri.

Kelebihan:

  1. Adanya persaingan yang mendorong untuk kemajuan suatu usaha.
  2. Campur tangan pemerintah dalam kegiatan perekonomian ini sangat kecil. Sehingga pihak swasta mempunyai kesempatan lebih luas lagi.
  3. Produksi sesuai dengan permintaan pasar dan kebutuhan masyarakat.
  4. Pengakuan hak milik oleh negara. Sehingga, bisa memberikan masyarakat untuk lebih semangat dalam berusaha.

Kekurangan:

  • Terdapat praktik persaingan yang tidak sehat, seperti penindasan bagi pihak lemah.
  • Bisa menimbulkan monopoli yang bisa merugikan masyarakat.
  • Adanya praktik yang tidak jujur, untuk mengejar keuntungan sebesar-besarnya. Sehingga, kepentingan yang umum tidak diperhatikan.

Sistem Ekonomi Campuran

Merupakan suatu sistem ekonomi yang pemerintah memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk berusaha melakukan kegiatan ekonomi apapun. Namun, di sisi lain pemerintah juga mempunyai campur tangan dalam perekonomian.

Ikut campur tangan pemerintah ini dengan tujuan untuk menghindari penguasaan secara penuh dari segolongan masyarakat pada sumber daya ekonomi.

Ciri-ciri:

  1. Adanya pembatasan pihak swasta oleh negara pada beberapa bidang.
  2. Adanya campur tangan pemerintah terhadap mekanisme pasar melalui berbagai kebijakan ekonomi.
  3. Mekanisme kegiatan perekonomian yang terdapat campur tangan pemerintah dengan berbagai kebijakan ekonomi.
  4. Hak milik perorangan masih diakui, asalkan penggunaannya tidak merugikan kepentingan umum.

Kelebihan:

  1. Sektor ekonomi yang dikuasai oleh pemerintah dengan tujuan untuk kepentingan masyarakat.
  2. Hak individu atau hak swasta diakui dengan jelas oleh pemerintah.
  3. Harga semakin mudah untuk dikendalikan.

Kekurangan:

  1. Pemerintah mempunyai peran yang lebih berat dibandingkan dengan swasta.
  2. Timbulnya KKN dalam pemerintah. Hal ini dikarenakan banyaknya sektor-sektor produksi yang lebih menguntungkan pihak pemerintah, karena sedikit sekali pengawasannya

Sistem Ekonomi Pancasila

Merupakan sistem ekonomi yang didasari atas jiwa ideologi Pancasila. Dengan kata lain, sistem ekonomi ini dalamnya didasari atas demokrasi ekonomi yaitu kegiatan ekonomi sesuai dengan usaha bersama dengan asas kekeluargaan dan juga gotong royong dari, oleh dan untuk rakyat yang masih dalam bimbingan dan pengawasan pemerintah.

Ciri sistem ekonomi Pancasila terdapat pada UUD 1945 Pasal 33 dan GBHN Bab III B No.14, yaitu:

  1. Pasal perkara 33 setelah amandemen tahun 2002.
  2. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan dengan asas kekeluargaan.
  3. Cabang-cabang produksi sangat penting bagi negara dan untuk kepentingan hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
  4. Bumi dan air serta kekayaan alam lainnya yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara, namun tetap digunakan untuk kemakmuran rakyat.
  5. Perekonomian nasional ini diselenggarakan berdasarkan demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta untuk menjaga keseimbangan kemajuan dan menjaga kesatuan ekonomi nasional.
  6. Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal sistem ekonomi ini diatur dalam undang-undang GBHN Bab III B No. 14.
  7. Pembangunan ekonomi didasarkan pada demokrasi ekonomi yang bisa menentukan masyarakat memegang peranan aktif dalam kegiatan pembangunan. Maka dari itu, pemerintah mempunyai kewajiban untuk memberikan pengarahan dan bimbingan terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus untuk menciptakan iklim yang sehat dalam perkembangan dunia usaha. Sebaliknya, dunia juga memperlakukan usaha untuk memberikan tanggapan terhadap pengarahan serta bimbingan untuk penciptaan iklim tersebut dengan kegiatan yang nyata.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.