Pengertian Akhlak, Pembagian dan Keutamaannya

Mari berpikir dan merenung sejenak, apakah kita telah mengetahui apa itu akhlak? Jika sudah tahu, tentulah anda mengetahui apa pengertian akhlak dan apa saja macam-macam akhlak itu sendiri.

Akhlak pada dasarnya melekat dalam diri seseorang, bersatu dengan perilaku atau perbuatan. Akhlak tidak terlepas dari aqidah dan syariat. Oleh karena itu, akhlak merupakan pola tingkah laku yang mengakumulasikan aspek keyakinan dan ketaatan sehingga tergambarkan dalam perilaku yang baik.

Secara sederhana akhlak berarti perilaku atau tingkah laku yang secara sadar dilakukan berulangkali. Berarti ada akhlak yang baik dan ada akhlak yang buruk? Ya, tepat. Pengertian akhlak secara sederhana tersebut tidak membatasi apakah akhlak itu harus baik, intinya bila aktivitas ataupun perbuatan ataupun reaksi atas suatu perihal dilakukan berulangulang kali maka disebut akhlak.

Kenapa pengertian akhlak diatas sangat sederhana? Terkesan tidak membatasi bukan? Itu karena kata akhlak sendiri berasal dari bentuk jamak dari kata tunggal “khuluk”, yang berarti tabiat, tingkah laku dan bahkan ada yang mengartikannya sebagai agama.

Untuk membahas lebih jauh lagi, mari simak uraian terkait pengertian akhlak menurut para ahli, pembagian akhlak dan keutamaan dalam berakhlak di bawah ini.

Pengertian Akhlak

pengertian akhlak
nu.or.id

1. Secara Bahasa

Kata akhlak secara bahasa berasal dari bahasa Arab “Al Khulk” yang diartikan sebagai perangai, tingkah laku, tabiat, budi pekerti dan sifat seseorang. Jadi akhlak seseorang diartikan sebagai budi pekerti yang dimiliki oleh seseorang terkait dengan sifat-sifat yang ada pada dirinya.

2. Secara Istilah

Kata akhlak menurut istilah khususnya dalam islam diartikan sebagai sifat atau perangai seseorang yang telah melekat dan biasanya akan tercermin dari perilaku orang tersebut. Seseorang yang memiliki sifat baik biasanya akan memiliki perangai atau akhlak yang baik juga dan sebaliknya seseorang yang memiliki perangai yang tidak baik cenderung memiliki akhlak yang tercela. Kata akhlak disebutkan dalam firman Allah pada ayat-ayat berikut ini,

إِنَّا أَخْلَصْنَاهُمْ بِخَالِصَةٍ ذِكْرَى الدَّارِ

“Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat”. (QS. Shad: 46)

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Sesungguhnya engkau (Muhammad) berada di atas budi pekerti yang agung”. (QS. Al Qalam: 4)

Dalam sebuah hadits, Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ

“Sungguh aku diutus menjadi rasul tidak lain adalah untuk menyempurnakan akhlak yang saleh (baik)”.

Pada sebagian riwayat:

لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ

“Untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” [HR. Ahmad dalam Al-Musnad (2/381)]

Perjalanan keilmuan selanjutnya kemudian mengenal istilah-istilah adab (tatakrama), etika, moral, karakter disamping kata akhlak itu sendiri dan masing-masing mempunyai definisi yang berbeda.

Pengertian Akhlak Menurut Para Ahli

1. Ibnu Maskawaih

Menurutnya akhlak ialah “hal li nnafsi daa’iyatun lahaa ila af’aaliha min ghoiri fikrin walaa ruwiyatin” yaitu sifat yang tertanam dalam jiwa seseorang yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.

2. Abu Hamid Al Ghazali

Akhlak ialah sifat yang terpatri dalam jiwa manusia yang darinya terlahir perbuatan-perbuatan yang dilakukan dengan senang dan mudah tanpa memikirkan dirinya serta tanpa adanya renungan terlebih dahulu.

3. Ahmad bin Musthafa

Akhlak merupakan sebuah ilmu yang darinya dapat diketahui jenis-jenis keutamaan, dimana keutamaan itu ialah terwujudnya keseimbangan antara tiga kekuatan yakni kekuatan berpikir, marah dan syahwat atau nafsu.

4. Muhammad bin Ali Asy Syarif Al Jurjani

Akhlak merupakan sesuatu yang sifatnya (baik atau buruk) tertanam kuat dalam diri manusia yang dari-Nyalah terlahir perbuatan-perbuatan dengan mudah dan ringan tanpa berpikir dan direnungkan.

Jadi, selanjutnya dapat diambil beberapa poin-poin tentang pengertian akhlak diatas seperti syarat-syarat yang harus dimiliki oleh individu ataupun manusia untuk dapat dikatakan berakhlak.

Syarat disebut berakhlak:

  1. Perbuatan yang baik atau buruk.
  2. Kemampuan melakukan perbuatan.
  3. Kesadaran akan perbuatan itu.
  4. Kondisi jiwa yang membuat cenderung melakukan perbuatan baik atau buruk.

Macam-Macam Akhlak

pengertian akhlak
pixabay.com

1. Macam-Macam Akhlak Berdasarkan Arahnya

Seperti yang disebutkan pada beberapa pengertian akhlak diatas, bahwa terdapat dua arah dari akhlak, pertama akhlak kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan yang kedua, akhlak kepada ciptaan-Nya.

1. Akhlak kepada Allah subhanahu wa ta’ala

Artinya perilaku yang dilakukan oleh manusia atau individu kepada Allah subhanahu wa ta’ala, baik itu terpuji ataupun tercela. Adapun untuk mengetahui akhlak tersebut terpuji atau tercela, dapat ditentukan berdasarkan ketentuan dalam Al Quran dan As Sunnah.

2. Akhlak kepada ciptaan-Nya

Kita ketahui, bahwa segala sesuatu di alam semesta ini merupakan ciptaan-Nya. Oleh karena itu, kita diminta untuk berakhlak yang baik terhadap sesama manusia, akhlak terhadap hewan, akhlak terhadap tumbuhan, akhlak terhadap lingkungan, akhlak ketika berbangsa dan bernegara serta terhadap seluruh entitas makhluk ciptaan-Nya.

2. Macam-Macam Akhlak Berdasarkan Kualitasnya

Berdasarkan kualitasnya, akhlak sendiri dibedakan menjadi dua golongan yakni akhlak terpuji atau akhlakul karimah dan akhlak tercela atau akhlakul mazmumah.

1. Akhlak terpuji (akhlakul karimah)

Diantara beberapa akhlak terpuji yang seharusnya dimiliki oleh seorang muslim adalah kesopanan, sabar, jujur, derwaman, rendah hati, tutur kata yang lembut dan santun, gigih, rela berkorban, adil, bijaksana, tawakal dan lain sebagainya. Seseorang yang memiliki akhlak terpuji biasanya akan selalu menjaga sikap dan tutur katanya kepada orang lain dan merasa bahwa dirinya senantiasa diawasi oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

2. Akhlak tercela (akhlakul mazmumah)

Akhlak tercela adalah akhlak yang harus dijauhi oleh muslim karena dapat mendatangkan mudharat baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain. Contoh akhlak tercela diantaranya adalah dusta, iri, dengki, ujub, fitnah, bakhil, tamak, takabur, hasad, aniaya, ghibah, riya dan sebagainya. Akhlak yang tercela sangat dibenci oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya, serta tidak jarang orang yang memilikinya juga tidak disukai oleh masyarakat.

Keutamaan Berakhlak dalam Islam

Telah disebutkan sebelumnya pengertian tentang akhlak dan macam-macam akhlak, sebagai umat muslim kita tahu bahwa akhlak memiliki kedudukan yang tinggi dalam agama Islam. Beberapa keutamaan memiliki akhlak yang terpuji antara lain:

1. Berat Timbangannya Di Akhirat

Disebutkan dalam hadits bahwa seseorang yang memiliki akhlak yang terpuji, ia akan memiliki timbangan yang berat di hari akhir, dimana semua amal manusia akan ditimbang, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam,

“Tidak ada sesuatu yang diletakkan pada timbangan hari kiamat yang lebih berat dari pada akhlak yang mulia dan sesungguhnya orang yang berakhlak mulia bisa mencapai derajat orang yang berpuasa dan shalat”. (HR. At Tirmidzi)

2. Dicintai Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam diutus tidak lain untuk menyempurnakan akhlak manusia didunia dan tentu saja Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam sendiri mencintai manusia yang memiliki akhlak yang baik.

Dari Jabir radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

Sesungguhnya yang paling aku cintai dari kalian dan yang paling dekat tempatnya dariku di hari kiamat adalah yang paling mulia akhlaknya dan yang paling aku benci dari kalian dan yan paling jauh tempatnya dariku di hari kiamat adalah yang banyak bicara, angkuh dalam berbicara dan sombong”. (HR. At Tirmidzi)

3. Memiliki Kedudukan yang Tinggi

Dalam suatu hadits disebutkan bahwa seseorang yang memiliki akhlak dan budi pekerti yang mulia memiliki kedudukan yang tinggi diakhirat kelak, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Tidak ada kemelaratan yang lebih parah dari kebodohan dan tidak ada harta (kekayaan) yang lebih bermanfaat dari kesempurnaan akal. Tidak ada kesendirian yang lebih terisolir dari ujub (rasa angkuh) dan tidak ada tolong-menolong yang lebih kokoh dari musyawarah. Tidak ada kesempurnaan akal melebihi perencanaan (yang baik dan matang) dan tidak ada kedudukan yang lebih tinggi dari akhlak yang luhur. Tidak ada wara’ yang lebih baik dari menjaga diri (memelihara harga dan kehormatan diri) dan tidak ada ibadah yang lebih mengesankan dari tafakur (berpikir), serta tidak ada iman yang lebih sempurna dari sifat malu dan sabar”. (HR. Ibnu Majah dan Ath-Thabrani)

4. Dijamin Rumah Di Surga

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam menjamin seseorang sebuah rumah di surga apabila ia memiliki akhlak yang mulia.

Dari Abu Umamah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Aku menjamin sebuah rumah di tepian surga bagi seseorang meninggalkan debat sekalipun ia benar dan sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang tidak berbohong sekalipun hanya bergurau dan rumah di atas surga bagi orang yang mulia akhlaknya. (HR. Abu Daud)

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.