Mengenal Lebih Dekat dengan Nama Suku di Papua

Jika mendengar kata “Asmat”, dalam benak kita langsung meluncur ke daerah paling timur di Indonesia. Ya, benar. Asmat merupakan salah satu nama suku yang berada di Papua, ada banyak sekali suku di Papua. Tidak sedikit dari suku-suku tersebut masih primitif dan memegang erat adat istiadat nenek moyang sampai sekarang.

Seperti suku Asmat, suku Dani, yang mungkin sudah familiar di telinga kita. Bukan hanya itu saja, masih banyak lagi suku di Papua. Papua adalah pulau yang terletak di bagian paling timur Indonesia. Sebelumnya, Papua disebut Irian Barat atau Irian Jaya.

Pulau Papua memiliki luas 808.105 km persegi, yang menempatkannya sebagai pulau terbesar kedua di dunia dan terbesar pertama di Indonesia. Tidak mengherankan jika banyak suku-suku yang mendiami Papua. Di sana terdapat banyak suku-suku yang beragam karakteristiknya, tercatat sekitar ratusan suku yang ada di sana. Untuk itu, di sini akan diulas tentang nama-nama suku di Papua beserta penjelasan dan profilnya.

Selain terdapat banyak suku yang mendiami di papua, papua juga terkenal dengan kekayaan alam yang terpendam di dalamnya.  Banyak jutaan mata di dunia yang tertarik dengan pulau ini. Bukan hanya sumber daya alamnya yang melimpah saja, keindahan alam papua juga bak surga dunia yang sangat mempesona.

Jika dilihat dari karakteristik budaya, mata pencaharian dan pola kehidupannya, penduduk asli Papua dapat dibagi dalam dua kelompok besar, yaitu Papua pegunungan atau pedalaman dan Papua dataran rendah hingga pesisir.

Nama Suku di Papua

nama suku di papua
rumaholiv.blogspot.com

Berikut ini penjelasan dan profil beberapa karakteristik suku-suku yang ada di papua:

Suku Amungme

Nama suku di Papua yang pertama yaitu suku Amungme, juga dikenal sebagai Amui, Hamung, Amungm, Amuy, Damal atau Uhunduni. Tinggal di dataran tinggi provinsi Papua, Indonesia. Jumlah populasinya sekitar 17.700 orang. Suku ini menggunakan bahasa yang disebut Dhamal. Mereka menjalankan pertanian dengan cara berpindah dan melakukan kegiatan dengan berburu serta mengumpul.

Suku Amungme sangat terikat dengan tanah leluhur mereka. Mereka menganggap sekitar gunung adalah tempat yang suci. Gunung yang dijadikan penambangan emas oleh PT. Freeport merupakan gunung suci yang sangat di agung-agungkan. Masyarakat Suku Amungme menyebutnya dengan nama Nemang Kawi.

Nemang artinya panah, sedangkan Kawi berarti suci, jadi Nawang Kawi adalah panah yang suci atau dengan makna bebas perang atau perdamaian. Wilayah Suku Amungme disebut Amungsa.

Suku Arfak

Suku Arfak adalah Masyarakat pegunungan Arfak yang tinggal di sekitar Kota Manokwari, Provinsi Papua Barat. Suku Arfak terdiri dari 4 sub suku yaitu:

1. Suku Hatam

2. Suku Moilei

3. Suku Meihag

4. Suku Sohug

Setiap suku memiliki Kepala Suku, dalam satu suku terdapat beraneka ragam marga, misalnya pada Suku Moilei, ada marga Kowi, Saiba, Mandacan, Sayori, Ullo, Ayok, Indow, Wonggor dan masih banyak lagi.

Suku Asmat

Suku Asmat adalah suku terbesar dan paling terkenal di antara sekian banyaknya suku di Papua. Salah satu hal yang membuat Suku Asmat cukup terkenal adalah hasil ukiran kayu yang sangat khas.

Beberapa motif seringkali menjadi tema utama dalam hal membuat ukiran ini. Biasanya Suku Asmat mengambil tema nenek moyang mereka atau biasa disebut “mbis”. Bagi suku Asmat seni ukir merupakan perwujudan dari mereka melakukan ritual untuk mengenang arwah leluhurnya.

Sering kali ditemui motif yang menyerupai perahu. Mereka percaya simbol perahu arwah yang membawa nenek moyang mereka di alam kematian.

Populasi suku Asmat terbagi dua, yaitu mereka yang tinggal di pesisir pantai dan mereka yang tinggal di bagian pedalaman. Keduanya saling berbeda satu sama lain dalam hal dialek, cara hidup, struktur sosial dan ritual. Populasi pesisir pantai selanjutnya terbagi ke dalam dua bagian yaitu suku Bisman yang berada di antara sungai Sinesty dan sungai Nin serta suku Simai.

Suku Bauzi

Suku Bauzi atau biasa disebut dengan Baudi, Bauri atau Bauji. Suku ini dianggap sebagai salah satu suku pedalaman Papua paling terasing. Bagaimana tidak, luasnya hutan belantara, pegunungan, lembah, rawa hingga sungai-sungai besar yang berkelok-kelok di sekitar kawasan Mamberamo telah membuat suku ini nyaris tak bersentuhan langsung dengan peradaban modern. Kehidupan keseharian suku ini masih dijalani secara tradisonal.

Oleh lembaga misi dan bahasa Amerika Serikat, suku Bauzi masuk daftar 14 suku yang terasing. Sebagai suku yang menempati kawasan terisolir, sebagian lelaki suku Bauzi mengenakan cawat yang berupa selembar dan atau kulit pohon yang telah dikeringkan lalu diikat dengan tali pada ujung alat kelamin.

Sedangkan para wanita mengenakan selembar daun atau kulit kayu yang dikeringkan dan di tali di pinggang mereka untuk menutupi auratnya. Pada acara pesta adat atau penyambutan tamu, para lelaki dewasa mengenakan hiasan kepala dari bulu kasuari dan mengoles tubuh mereka dengan sagu. Sebagian besar suku ini masih hidup dengan taraf berburu dan meramu serta semi nomaden.

Suku Dani

Suku Dani Suku ini pertama kali diketahui di Lembah Baliem sekitar ratusan tahun yang lalu, yang merupakan salah satu dari sekian banyaknya Suku Papua yang mendiami di daerah pegunungan serta mendiami keseluruhan Kabupaten Jayawijaya.

Banyak orang mengenal suku Dani mendiami suatu wilayah di Lembah Baliem. Tempat itu terkenal dengan petani yang terampil dan sudah menggunakan perkakas seperti kapak batu, pisau yang dibuat dari tulang binatang, bambu dan kayu galian yang terkenal kuat dan berat.

Suku Dani masih banyak mengenakan koteka atau penutup kemaluan pria. Sedangkan untuk wanita mengenakan pakaian bernama “wah” yang terbuat dari rumput atau serat. Mereka tinggalnya di rumah honai. Upacara besar serta keagamaan dan perang masih dilaksanakan suku Dani.

Suku Kombay

Nama suku di Papua selanjutnya adalah suku Kombay. Suku Kombay ini tinggal di Citak Mitak, Kabupaten Mappi, Provinsi Papua yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Yakuhimo, Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Boven Digoel. Sebagian besar juga tinggal di Mabul, tepi Sungai Eilanden dan Khaiflambolup.

Suku Kombay membangun rumahnya pada pohon dengan ketinggian 10 hingga 30 meter yang terbuat dari kayu, rotan, bilah bambu dan kulit kayu. Dibutuhkan tangga lurus yang terbuat dari sebatang kayu untuk dapat mencapai rumah.

Suku Muyu

Suku Muyu Adalah salah satu suku asli papua yang hidup dan berkembang di Kabupaten Boven Digoel. Nenek moyang suku Muyu dulunya tinggal di daerah sekitar sungai Muyu yang terletak di sebelah timur laut Merauke. Uniknya lagi, beberapa anthropologist menyebut suku Muyu dengan sebutan Primitive Capitalists.

Suku Muyu dianggap sebagai suku pedalaman yang pintar. Mereka menduduki posisi penting dalam struktur birokrasi Boven Digoel. Dari 1800 pegawai negeri sipil, sekitar 45% nya adalah dari Suku Muyu. Suku Muyu terkenal hemat, pekerja keras dan sangat menghargai pendidikan. Mereka menyebut dirinya sendiri dengan istilah “kati”, yang bermakna manusia yang sesungguhnya.

Suku Koroway

Suku Koroway ini berasal dari Citak Mitak, Kabupaten Mappi, Provinsi Papua yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Yakuhimo, Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Boven Digoel. Suku ini tak jauh berbeda dengan karakter dari Suku Kombay karena berasal dari daerah yang sama.

Suku Koroway ini mendiami area luas di dataran rendah di selatan pegunungan Jayawijaya. Daerah itu membentuk rawa, hutan mangrove dan lahan basah. Suku Koroway memiliki kepercayaan bahwa mereka adalah salah satunya manusia di bumi. Sama dengan Suku Kombay, penduduk dari suku ini membangun rumah pada pohon yang memiliki tinggi 10 hingga 30 meter.

Suku Koroway juga salah satu Suku Papua yang tidak mengenakan koteka. Banyak orang mengenal suku Koroway dikenal sebagai pemburu-pengumpul yang tinggal dirumah pohon.

Suku Matbat

Suku ini merupakan suku asli dari Pulau Misool, Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat, bersama dengan 2 suku lainnya, yakni Suku Misool dan Suku Biga. Dengan populasi sebanyak 700 jiwa, suku ini tersebar di sejumlah kampung di Pulau Misool, mulai dari Kampung Magey, Lenmalas, Salafen, Atkari, Folley, Tomolol, Kapatcool dan Aduwei

Suku Marind

Suku Marind hidup di selatan dari bagian bawah sungai Digul, timur dari Pulau Yos Sudarso, terutama di barat sungai Maro (area kecil melewati Maro di bagian bawahnya, termasuk Merauke).

Suku Wamesa

Suku Wamesa adalah salah satu penduduk asli Papua, terutama yang mendiami Distrik Bintuni, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat. Suku Wamesa memiliki bahasanya sendiri, yang disebut bahasa Wamesa, yang termasuk rumpun bahasa Papua non Austronesia. Jumlah penutur bahasa tersebut diperkirakan sebanyak 4.000 jiwa. Makanan utama bagi penduduk suku ini adalah sagu dan ikan.

Suku Yali

Suku Yali membentuk kampung-kampung kecil yang tersebar di daerah pegunungan tengah, di sekitar lembah raksasa Baliem. Suku Yali ini terbagi-bagi menurut bahasa, dialek, dan budayanya, di antaranya Yali Mek dan Yali Moo.

Nama Suku di Papua yang Lain

Berikut nama suku di Papua yang lainnya:

1. Aero

2. Airo Sumaghaghe

3. Airoran

4. Ambai

5. Amberboken

6. Amungme

7. Dera

8. Edopi

9. Eipomek

10. Ekagi

11. Ekari

12. Emumu

13. Eritai

14. Fayu

15. Foua

16. Gebe

17. Gresi

18. Hattam

19. Humboltd

20. Hupla

21. Inanusatan

22. Irarutu

23. Isirawa

24. Iwur

25. Jaban

26. Jair

27. Kabari

28. Kaeti

29. Pisa

30. Sailolof

31. Samarokena

32. Sapran

33. Sawung

34. Wanggom

35. Wano

36. Waris

37. Watopen

38. Arfak

39. Asmat

40. Baudi

41. Berik

42. Bgu

43. Biak

44. Borto

45. Buruai

46. Kais

47. Kalabra

48. Kimberau

49. Komoro

50. Kapauku

51. Kiron

52. Kasuweri

53. Kaygir

54. Kembrano

55. Kemtuk

56. Ketengban

57. Kimaghama

58. Kimyal

59. Kokida

60. Kombai

61. Korowai

62. Kupul

63. Kurudu

64. Kwerba

65. Kwesten

66. Lani

67. Maden

68. Sawuy

69. Sentani

70. Silimo

71. Tabati

72. Tehid

73. Wodani

74. Ayfat

75. Yahrai

76. Yaly

77. Auyu

78. Citak

79. Damal

80. Dem

81. Dani

82. Demisa

83. Demtam

84. Mairasi

85. Mandobo

86. Maniwa

87. Mansim

88. Manyuke

89. Mariud Anim

90. Meiyakh

91. Meybrat

92. Mimika

93. Moire

94. Mombum

95. Moni

96. Mooi

97. Mosena

98. Murop

99. Muyu

100. Nduga

101. Ngalik

102. Ngalum

103. Nimboran

104. Palamui

105. Palata

106. Timorini

107. Uruway

108. Waipam

109. Waipu

110. Wamesa

111. Yapen

112. Yagay

113. Yey

114. Anu

115. Baso

116. Bauzi

117. Koteka

118. Matbat

119. Marind

120. Mek

121. Sawi

122. Wolani

123. Yali

124. Wamesa

Masih banyak sekali nama suku di Papua ini, setiap dari mereka memiliki keunikan dan karakteristik tersendiri dibanding suku yang lain. Maka dari itu, sebagai warga Indonesia kita harus bangga dengan Indonesia, khusunya pulau Papua yang menyimpan begitu banyak pesona kekayaan alam Indonesia serta wilayahnya bak surga dunia.

 

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.