20+ Macam Media Tanam Hidroponik yang Sangat Recomended

Media Tanam Hidroponik – Di Indonesia sudah banyak orang yang bercocok tanam dengan kondep Hidroponik. Hidroponik adalah sebuah cara untuk bercocok tanam tanpa menggunakan media tanam berupa tanah yang biasanya dipakai oleh masyarakat Indonesia, melainkan diganti dengan larutan air yang mengandung nutrisi untuk mendukung tanaman agar dapat tumbuh dengan baik.

Jika kamu memiliki inginan untuk memulai bercocok tanam secara hidroponik, sebaiknya untuk mengenali terlebih dahulu macam-macam media tanamnya. Dengan mengetahui media tanamnnya, tentu kamu sudah dapat menentukan serta menyesuaikan media tanam sesuai dengan modal yang ada. Berikut ini adalah beberapa media tanam hidroponik yang sebaiknya kamu gunakan untuk berhidroponik.

Macam-Macam Media Tanam Hidroponik

Media Tanam Hidroponik: Spons

Media tanam Hidroponik
hive76.org

Spons juga sudah dikenal lama oleh orang-orang yang telah melakukan aktivitas budidaya tanaman hias. Media tanam ini boboynya sangat ringan sehingga dapat diaplikasikan dengan mudah bahkan untuk dipindahkan dan ditempatkan dimana saja.

Karena bobotnya yang ringan ini spons tidak memerlukan pemberat lagi karena setelah disiram spon dapat menyerap air sehingga tanaman akan berdiri dengan tegak. Hasil dari pemanfaatan media tanam hidroponik satu ini adalah pertumbuhan tanaman yang lebih prima dan dapat digunakan selama-lamanya.

Hal ini sudah dibuktikan oleh banyak orang, bahwa spons dapat membuat tanaman lebih subur dan tanpa perlu proses adaptasi. Salah satu kelebihan dari spons dapat menyimpan kandungan air hingga 2 minggu lamanya, ditambah lagi ketebalannya terhadap jamur yang berisiko merusak tanaman.

Media Tanam Hidroponik: Rockwool

Media tanam hidroponik
rockwools.blogspot.co.id

Rockwool adalah media tanaman yang tak kalah populer di kalangan para petani hidroponik. Media ini memiliki kelebihan yang tidak akan pernah dimiliki oleh media tanam lainnya, terutama dalam urusan perbandiangan komposisi dan udara yang mampu disimpan oleh media tanam ini.

Rocwool sendiri adalah media tanam yang sangat ramah akan lingkungan, karena terbuat dari batu, seperti dari batuan basalt, batu bara dan batu kapar yang di panaskan dengan suhu 1.600 C hingga meleleh menyerupai lavas yang kemudian diubah bentuk menjadi serat-serat.

Setelah terlihat dingin, kumpulab serat ini dipotong menyesuaikan kebutuhan. Di Rockwool juga mengandungan pH yang cenderung tinggi bagi beberapa jenis tanaman sehingga memerlukan perlakuan khusus sebelum rockwool dijadikan sebagai media tanamn.

Media Tanam Hidroponik: Arang Sekam

media tanam hidroponik
watershedmaterials.com

Arang sekam ini juga salah satu media tanam hidroponik yang cukup populer dan banyak digunakan oleh petani. Arang sekam juga dianggap oleh petani sebagai media tanam hidroponik yang sangat steril, mudah dan efisien. Serta kelebihannya memiliki komponen kimiawi seperti protein kasarm kadar airm abu lemak, serat kasar, karbon, oksigen, karbohidrat, hidrogen, dan silika.

Keunggulan lain dari arang sekam ini adalah harganya yang cukup murah. Untuk mendapatkan arang sekam cukup mudah, apalagi jika kamu tinggal di daerah pedesaan, aram sekam dapat diperoleh secara cuma-cuma.

Selain itu, arang sekam ini dapat melenyapkan unsur-unsur yang merugikan tanaman. Keuntungan lainnya dari arang sekam ini adalah penggunaannya lebih efesien karena bobotnya lebih ringan, mudah dibuat, dan mudah diaplikasikan.

Media Tanam Hidroponik: Serbuk Sabut Kelapa (Cocopeat)

Media Tanam Hidroponik
alibaba.com

Media yang satu ini juga tergolong sebagai media tanama organik. Sabuk kelapa yang biasanya kita temui sebagai alat pencuci panci, dijadikan sapu dan kesetan ini sekarang mulai berubah arah peranannya sebagai media tanam hidroponik. Hal ini detemukan oleh Dutch Plantin pada tahun 90-an, melaporkan bahwa sebuk halus dari sabut kelapa dapat dijadikan sebagai media bercocok tanam hidroponik.

Di luar negeri, serbuk kabut kelapa atau biasa dikenal dengan cocopeat ini disebut juga dengan sebutan coir pith, coir fibre pith, coir dust, dan coir yang berarti sabut. Serbuk sabut sebagai media tanam ternyata memiliki daya tampung air yang cukup tinggi.

Serbuk sabut kelapa juga diketahui mampu menyimpan air hingga 73% atau 9 kali lipat dari volumenya. Maka dari itu, jika kita menggunakan cocopeat ini untuk bercocok tanam hidroponik akan lebih hebat karena intensitas penyiramannya dilakukan sangat jarang.

Media Tanam Hidroponik: Expanded Clay

Media Tanam Hidroponik
magazine.grasscity.com

Expanded clay ini adalah produk dari tanah liat yang termasuk dalam media tanam hidroponik yang kualitas terbaik. Hidroton ini didapatkan dari beberapa pemasan dengan suhu yang mencapai lebih dari 1000 ‘C. Media tanam ini sering digunakan dan populer oleh petani hidroponik yang ada di Jerman.

Explanded Clay juga dianggap sebagai media tanam yang cukup praktis dan sangat mudah untuk diimplemastikan karena memiliki bentuk yang berupa bulatan-bulatan lempung berukuran kecil seperti kelereng.

Expanded clay ini memiliki banyak kelebihan untuk membudidayakan tanaman secara hidroponik seperti kemampuannya yang dapat menampung air bersih dengan baik, pH netral, stabil, serta sistem aerasi yang dibilang sempurna.

Media Tanam Hidroponik: Perlit

Media Tanam Hidroponik
altinkumdokum.com

Perlit juga salah satu jenis media tanam yang berwujud material dengan memiliki bobot cukup ringan, memiliki kapasitas tukar kation, dan daya serap yang tidak terlalu banyak. Perlit ini memiliki sifat anorganik dan berasal dari batu silika yang dipanaskan pada suhu yang cukup tingga sehingga mencair dan diubah dalam bentuk yang kecil.

Kelebihan perlit dari media tanam lain adalah dapat menyimpan nutrisi atau unsur hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah yang tinggi, serta sistem drainase yang sangat baik. Dalam penggunaan perlit sebaiknya dikombinasikan dengan bahan tanam yang sifatnya organik agar tanaman ini dapat menyerap unsur-unsur hara lebih optimal.

Media Tanam Hidroponik: Pasir

media tanam hidroponik
flickr.com

Pasir juga termasuk media tanaman yang banyak digunakan loh. Orang-orang yang menggunakan pasir sebagai media tanam sangat membantu untuk menopang tegaknya tanaman sehingga tanaman dapat tegak berdiri kokoh.

Pasir juga memiliki pori-pori yang berukuran sangat kecil dalam jumlah yang cukup banyak sehingga mudah basang dan sekaligus kering, sehinga menghasilkan sirkulasi udara yang cukup baik untuk perakaran tanaman.

Bahkan, pasir juga dapat dianggap sebagai media tanam yang cukup memadai dan sesuai digunakan untuk proses penyemaian benih, pertumbuhan bibit tanaman, dan perakaran setek batang tanaman.

Media Tanam Hidroponik: Vermikulit

media tanam hidroponik
thegreenlove.com

Vermikulit ini berasal dari bahan-bahan anorganik yang sifatnya mirip seperti media tanam perlit. Kedua media tanam ini sama proses pemanasannya, hanya bedanya pada kemampuan serap dari masing-masing media tanam tersebut.

Vermikulit ini mampu menyerap kadar air yang cukup tingga dibandingkan perlit. Hal inilah yang membuat para petani banyak memilih vermikulit sebagai media tanam hidroponik sederhana yang bagus.

Tidak hanya itu, vermikulit ini bobotnya juga lebih berat dibandingkan perlit, hal inilah yang sangat diharapkan oleh petani untuk menopang tanaman agar lebih kuat untuk proses pertumbuhannya.

Media Tanam Hidroponik: Serbuk Kayu

media tanam hidroponik
plattsanimalbedding.co.uk

Kabar baik jika didekat rumah kamu ada pengrajin kayu, untuk kamu yang ingin melakukan kegiatan hidroponik, bisa juga loh menggunakan serbuk kayu. Serbuk kayu ini juga memiliki peranan yang cukup penting dalam dunia bercocok tanam hidroponik.

Media tanam satu ini dapat menyerap air dengan optimal sehingga akar tanamannya dapat tercancap ke dalamnnya sehingga membuat tanaman lebih cepat tumbuh dan berkembang.

Media Tanam Hidroponik: Hidrogel

media tanam hidroponik
pointlandscape.wordpress.com

Hidrogel ini menambah nuansa menyenangkan dalam dunia hidroponik. Kamu juga bisa menggunakan hidrogel untuk media tanam hidroponik kamu loh. Hidrogel juga merupakan media tanam anorganik yang dapat mengganti posisi tanah pada sistem hidroponik. Penggunaan hidrogel ini lebih tepat untuk berkreasii dengan tanaman saja.

Hidrogel ini terbuat dari kristal polimer yang memiliki kemampuan serap air yang cukup baik. Tidak hanya itu, kelebihan lainnya dapat menyerap nutrisi dalam volume yang cukup banyak.

Oh iya, hidrogel ini juga salah satu media tanam ramah lingkungan loh. Karena dapat terurai dan membusuk. Ajaibnya lagi, hidrogel dapat melepaskan kandungan nutrisi dan air sesuai dengan kebutuhan tanaman juga loh, keren kan.

Media Tanam Hidroponik: Pumice

media tanam hidroponik
purehydroponics.com

Untuk media tanam satu ini mungkin belum se-familiar media tanam di atas. Pumice adalah media tanam yang bisa menopang tumbuhan dalam pembudidayaan menggunakan sistem hidroponik. Jenis media tanam ini asalnya dari batuan jenis basalt hasil letusan gunung berapi.

Kamu juga bisa menemukan pumice di pantai-pantai yang terkumpul akibat letusan gubung merapi beratus tahun sebelumnya. Warna pumice ini seperti kapur, kemampuanya mengikar air hampir sama dengan kerikil. Hal inilah yang dapat mendukung akar tanaman untuk tumbuh dengan baik.

Oh iya, perlu kamu tahu untuk mendapatkan perpaduan yang pas, kamu perlu mengombisnasikan media tanam pumice dengan arang sekam bakar atau vermikulit.

Media Tanam Hidroponik: Batang Pakis

media tanam hidroponik
tokopedia.com

Batang pakis ini secara umu dibedakan menjadi dua warna yaitu batang pakis warna hitam dan batang pakis warna cokelat. Dari keduanya batang pakis yang sangat sering digunakan oleh para petani untuk media tanama hidroponik adalah batang pakis hitam.

Batang pakis hitam dipilih karena sudah berumur dan kering sehingga mudah untuk dibentuk menjadi potongan kecil yang dikenal dengan cacahan pakis. Biasanya para petani yang menggunakan media tanam ini untuk menanam anggrek di dalam pot. Tidak hanya itu, batang pakis juga mudah mengikat air dan memiliki sistem aerasi dan drainase yang cukup baik.

Media Tanam Hidroponik: Kerikil

media tanam hidroponik
sandeessoilandrock.com

Kerikil adalah media tanam yang fungsinya hampir sama dengan pasir. Kebanyakan petani yang menggunakan media tanam kerikil ini untuk mendapatkan ruang bagi akar untuk tumbuh secara optimal. Tidak hanya itu kerikul juga dapat membantu peredaran larutan unsur hara dan udaranya.

Oh iya, karena kekurangan dari kerikil tidak dapat mengikat air secara sempurna maka diperlukan kegiatan penyiraman air cukup ekstra dalam waktu tertentu agar tanaman dapat tumbuh.

Media Tanam Hidroponik: Kompos

media tanam hidroponik
fertilefibre.com

Kompos juga salah satu media tanam yang sering digunakan oleh petani dalam bercocok tanam hidroponik. Selain harganya yang lumayan murah, kompos juga bersifat organik karena dihasilkan dari proses fermentasi beberapa jenis tanaman seperti sekam, rumput, jerami, dan lain sebagainya.

Jika kamu ingin menggunakan kompos, sebaiknya gunakan kompos yang sudah berwarna kehitaman, nah kamu dapat mememukan bahan-bahan pembuatannya dari limbah rumah tangga karena hasil dari limbah rumah tangga ini dapat menjadi media tanam yang sangat baik.

Media Tanam Hidroponik: Pupuk Kandang

media tanam hidroponik
organic-center.org

Pupuk kandang bisa menjadi alternatif sebagai media tanam hidroponik. Pupuk kandang juga memiliki kandungan unsur hara yang sangat lengkap contohnya seperti fospor, natrium, dan kalium. Karena nutrisi yang sangat baik ini menjadi pupuk kandang sangat cocok digunakan sebagai media tanam.

Pupuk selain memiliki unsur yang sangat penting untuk tanaman, pupuk kandang juga memiliki mikroorganisme yang mampu megubah komponen organik yang sebelumnya susah diserap menjadi mudah dicerna oleh tanaman.

Untuk mendapatkan pupuk kandang yang baik sebaiknya kamu menggunakan pupuk yang memang sudah matang dan steril.

Media Tanam Hidroponik: Moss

media tanam hidroponik
amabilisorchids.wordpress.com

Moss adalah media tanam dari akar paku-pakuan kamu dapat menemukan moss di kawan hutan. Moss ini salah satu media tanama organik yang sangat bagus. Biasanya para petani menggunakan moss saat masa penyemaian hingga masa pembunggan.

Ada beberapa alasan para petani menggunakan moss yaitu, menyisakan banyak rongga sehingga akar dari tanamannya dapat leluasa tumbuh dan berkembang. Moss juga dapat mengikat air secara maksimal, dan moss juga memiliki sistem aerasi dan drainase yang sangat baik.

Akan lebih maksimal jika menanam tanaman hidroponik dengan menggunakan moss dan mempadukannya dengan media tanam lain seperti kulit kayu, sekam, gambur, daun kering, serta tanah.

Media Tanam Hidroponik: Pecahan Bata

media tanam hidroponik
mulyasari-karawang.blogspot.co.id

Ternyata pecahan batu bata dikenal sangat baik oleh petani hidrponik karena kemampuannya sebagai media tanam. Oh iya penggunaan batu bata ini sebagai alternatif loh untuk budidaya tanaman yang ekonomis dan lebih mudah didapatkan.

Kebanyakan para petani hidroponik yang menggunakan pecahan batu bata karena fungsinya untuk melekatkan akar tanaman dan performa dari drainase serta aerasi yang sangat baik. Pecahan bata ini jika digunakan harus ditambahkan pupuk atau dikombinasikan dengan media tanam lain yang mengandung unsur hara yang baik, karena pecahan bata memiliki sedikit sekali unsur haranya.

Media Tanam Hidroponik: Gabus

Media Tanam Hidroponik
simplytangerine.com

Gabus ini terbuat dari kopolimer styrene yang biasa digunakan sebagai media adaptasi atua penyesuaian diri saja bagi tanaman, sebelum tanaman tersebut dipindahkann ke lahan. Gabus atau bahasa kerennya styrofoam ini bisa kamu jadikan sebagai media tanam yang sifatnya anorganik terakhir jika yang media tanam di atas pada nggak ada.

Namun, untuk saat ini gabus dapat digunakan sebagai campuran media tanam untuk mengoptimalkan prousitas pada media tanam. Untuk mendapatkan fungsi tersebut kamu harus mengguankan gabus yang sudah diubah ke dalam bentuk gerusan atau bola-bola kecil.

Media Tanam Hidroponik: Tanah Liat

media tanam hidroponik
hgtv.com

Tanah liat memang media yang sering banyak digunakan oleh orang untuk kerajinan tangan. Tentu hal ini juga bisa kamu gunakan untuk kegiatan tanaman dengan sistem hidroponik. Karena tanah liat ini memiliki tekstur yang halus dan lengket menjadikannya sebagai media tanam yang cukup baik.

Tapi ada kekurangan dari tanah liat, yaitu miskin akan unsur hara. Tidak hanya itu, tanah liat juga membuat sirkulasi air dan udara pun menjadi terhambat karena tidak mendapatkan ruang. Namun, jika kamu masih ingin menggunakan tanah liat sebagai media tanam ada baiknya kamu kombinasikan dengan media tanam lain seperti pasir dan humus.

Media Tanam Hidroponik: Kapas

media tanam hidroponik
hydroveggiesblog.wordpress.com

Kamu juga dapat menggunakan media tanam kapas untuk pembibitan dari benih atau semai tanaman. Sebelum digunakan sebaiknya kapas diberi air yang cukup terlebih dahulu. Dengan air yang cukup dan pemeberian pupuk yang pas, maka penyemaian bibit kamu siap untuk dipindahkan. Satu lagi, jika kamu menggunakan media tanam ini sebaiknya ditambah dengan media tanam yang lain agar tumbuhnya dapat maksimal.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.