Makna Mendalam dari Shalat Dhuha dan Amalan Setelahnya (Doa Shalat Dhuha)

Umat Islam cukup akrab dengan amalan-amalan shalat sunnah. Shalat ini merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Penyebabnya, ialah terdapat beberapa keutamaan dalam sholat tersebut.

Selanjutnya, setiap orang pasti senang untuk melakukan amalan sedekah. Bahkan kita pun diperintahkan setiap harinya untuk bersedekah dengan seluruh persendian. Amalan yang dianjurkan dan bisa menggantikan amalan sedekah tersebut yaitu shalat dhuha.

Keutamaan Shalat Dhuha

Di antara keutamaannya, shalat dhuha dapat menggantikan kewajiban sedekah seluruh persendian

Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda,

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat dhuha sebanyak 2 raka’at”. (HR. Muslim no.  720)

Padahal persendian yang ada pada seluruh tubuh kita sebagaimana dikatakan dalam hadits dan dibuktikan dalam dunia kesehatan adalah 360 persendian. ‘Aisyah pernah menyebutkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّهُ خُلِقَ كُلُّ إِنْسَانٍ مِنْ بَنِى آدَمَ عَلَى سِتِّينَ وَثَلاَثِمَائَةِ مَفْصِلٍ

Sesungguhnya setiap manusia keturunan Adam diciptakan dalam keadaan memiliki 360 persendian”. (HR. Muslim no. 1007)

Hadits ini menjadi bukti selalu benarnya sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam. Namun sedekah dengan 360 persendian ini dapat digantikan dengan shalat dhuha sebagaimana disebutkan pula dalam hadits berikut,

أَبِى بُرَيْدَةَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « فِى الإِنْسَانِ سِتُّونَ وَثَلاَثُمِائَةِ مَفْصِلٍ فَعَلَيْهِ أَنْ يَتَصَدَّقَ عَنْ كُلِّ مَفْصِلٍ مِنْهَا صَدَقَةً ». قَالُوا فَمَنِ الَّذِى يُطِيقُ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « النُّخَاعَةُ فِى الْمَسْجِدِ تَدْفِنُهَا أَوِ الشَّىْءُ تُنَحِّيهِ عَنِ الطَّرِيقِ فَإِنْ لَمْ تَقْدِرْ فَرَكْعَتَا الضُّحَى تُجْزِئُ عَنْكَ »

“Dari Buraidah, beliau mengatakan bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Manusia memiliki 360 persendian. Setiap persendian itu memiliki kewajiban untuk bersedekah.” Para sahabat pun mengatakan, “Lalu siapa yang mampu bersedekah dengan seluruh persendiannya, wahai Rasulullah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengatakan, “Menanam bekas ludah di masjid atau menyingkirkan gangguan dari jalanan. Jika engkau tidak mampu melakukan seperti itu, maka cukup lakukan shalat Dhuha dua raka’at”. (HR. Ahmad, 5/354) Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih ligairihi.

An Nawawi mengatakan, “Hadits dari Abu Dzar adalah dalil yang menunjukkan keutamaan yang sangat besar dari shalat dhuha dan menunjukkannya kedudukannya yang mulia dan shalat dhuha bisa cukup dengan dua raka’at”. Syarh Muslim, An Nawawi, 5/234, Dar Ihya’ At Turots, cetakan kedua, 1392.

Asy Syaukani mengatakan, “Hadits Abu Dzar dan hadits Buraidah menunjukkan keutamaan yang luar biasa dan kedudukan yang mulia dari Shalat Dhuha. Hal ini pula yang menunjukkan semakin disyari’atkannya shalat tersebut. Dua raka’at shalat Dhuha sudah mencukupi sedekah dengan 360 persendian. Jika memang demikian, sudah sepantasnya shalat ini dapat dikerjakan rutin dan terus menerus”. Nailul Author, Asy Syaukani, 3/77, Idaroh At Thob’ah Al Munirah.

Setelah mengetahui keutamaan shalat dhuha dan mengerjakannya, shalat dhuha ditutup dengan doa. Doa shalat dhuha mengandung makna yang sangat mendalam bagi kehidupan manusia untuk kepentingan dunia dan akhirat. Dalam doa tersebut, tidak hanya berisi tentang pemenuhan hajat duniawi saja, tetapi juga berisi tentang hajat untuk kebaikan akhirat.

Doa Setelah Shalat Dhuha

Doa Shahih Setelah Shalat Dhuha

doa shalat dhuha
pinterest.com

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam selesai shalat dhuha, beliau mengucapkan,

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمِ

“Allahumaghfir-lii wa tub ‘alayya, innaka antat tawwabur rahim

(“Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang) sampai beliau membacanya seratus kali”. (HR. Bukhari dalam Al Adab Al Mufrad, no. 619). Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini sanadnya shahih.

Doa yang Ditambahkan Ulama

doa shalat dhuha
slideplayer.info

اَللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاؤُكَ وَالبَهَاءَ بَهَاؤُكَ وَالجَمَالَ جَمَالُكَ وَالقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ اَللَّهُمَّ بِكَ أُصَاوِلُ وَبِكَ أُحَاوِلُ وَبِكَ أُقَاتِلُ  ثُمَّ يَقُوْلُ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Allâhumma innad dhuhâ’a dhuhâ’uka, wal bahâ’a bahâ’uka, wal jamâla jamâluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ‘ishmata ishmatuka. Allâhumma in kâna rizkî fis samâ’i, fa anzilhu. Wa in kâna fil ardhi, fa akhrijhu. Wa in kâna mu‘siron, fa yassirhu. Wa in kâna harâman, fa thahhirhu. Wa in kâna ba‘idan, fa qarribhu bi haqqi dhuhâ’ika, wa bahâ’ika, wa jamâlika, wa quwwatika, wa qudratika. Âtinî mâ âtaita ‘ibâakas shâlihîn.

Allâhumma bika ushâwilu, wa bika uhâwilu, wa bika uqâtilu. Rabbighfir lî, warhamnî, watub ‘alayya. Innaka antat tawwâbur rahîm.

“Tuhanku, sungguh waktu dhuha adalah milik-Mu, yang ada hanya keagungan-Mu. Tiada lagi selain keindahan-Mu. Hanya ada kekuatan-Mu, yang ada hanya kuasa-Mu. Tidak ada yang lain kecuali lindungan-Mu. Tuhanku, jika rezekiku di langit, turunkanlah. Jika berada di bumi, keluarkanlah. Jika sulit, mudahkanlah. Jika haram, gantilah jadi yang suci. Bila jauh, dekatkanlah. Dengan hakikat dhuha, keagungan, kekuatan, kekuasaan-Mu. Tuhanku, berikanlah aku apa yang Engkau anugerahkan kepada hamba-hamba-Mu yang shalih”.

Tuhanku, dengan-Mu aku bergerak. Dengan-Mu aku berusaha. Dengan-Mu, aku berjuang. Tuhanku, ampunilah segala dosaku. Turunkan rahmat-Mu kepadaku. Anugerahkanlah taubat-Mu untukku. Sungguh Engkau Maha Penerima taubat, lagi Maha Penyayang”.

Untuk doa di paragraf terakhir, kita dianjurkan membacanya sebanyak 40 atau 100 kali. Keterangan perihal doa shalat dhuha ini bisa disampaikan oleh Asy Syarwani dalam Syarh Al Minhaj dan Ad Dimyathi dalam I’anatuth Tholibiin, Darul Fikr, Beirut, juz I, halaman 225.

Doa shalat dhuha memiliki kandungan makna yang sangat mendalam. Makna yang terkandung di dalamnya meliputi kesejahteraan kehidupan manusia di dunia serta mengantarkannya menjadi hamba yang senantiasa taat kepada Tuhannya.

Kandungan Doa Shalat Dhuha

1. Pujian Kepada Allah

Kandungan makna doa setelah shalat dhuha yang pertama adalah berisi puji-pujian, yaitu Allah lah Dzat yang memiliki waktu dhuha, yaitu waktu dimana manusia memulai beraktifitas dan waktu dimana manusia bertebaran mencari anugerah Allah.

Dan Allah lah Dzat yang maha agung, seluruh keagungan adalah miliknya. Dzat yang maha Indah, seluruh keindahan adalah miliknya. Dzat yang Maha Kuat, seluruh kekuatan adalah miliknya. Dzat yang Maha Kuasa, seluruh kuasa adalah miliknya. Dzat yang Maha Menjaga, seluruh penjagaan adalah miliknya.

2. Dimudahkan dalam Urusan Rezeki

Kedua, adalah permintaan kesejahteraan yang mencakup kemudahan dalam mencari rezeki. Inti dari kandungan doa ini adalah meminta dimudahkan dalam urusan rezeki, yaitu dimanapun rezeki itu berada agar dimudahkan dalam memperolehnya, apabila sulit dimudahkan, apabila sedikit agar berlimpah, apabila jauh agar didekatkan dan apabila mengandung unsur haram agar dibersihkan dan disucikan.

3. Meminta Dikabulkannya Doa dan Pemberian Sebagaimana Para Shalihin

Kandungan doa shalat dhuha yang terakhir adalah meminta dikabulkannya doa dengan memuji sifat kesempurnaan-Nya. Selain itu, juga meminta pemberian sebagaimana yang Allah berikan kepada para shalihin. Itulah rahasia kandungan doa setelah sholat dhuha. Kewajiban kita hanya berdoa, jangan berburuk sangka tidak dikabulkannya doa yang kita panjatkan, karena segala sesuatunya sudah dalam keteraturan Allah subhanahu wa ta’ala.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.