Muliakan Mempelai Pengantin dengan Doa Pernikahan

Nikah merupakan ibadah yang disunnahkan dalam syariat Islam. Sebagaimana kita ketahui, nikah merupakan sebuah ibadah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bagi mereka yang memiliki kemampuan untuk melaksanakannya.

Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda,

فمَن رغب عن سنَّتي فليس منِّي

“Barang siapa yang membenci sunnahku, maka ia bukanlah termasuk umatku”. (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Selain berfungsi utama untuk melahirkan anak-anak yang shalih dan shalihah, nikah juga berfungsi untuk meredam pandangan mata kita dari hal-hal yang diharamkan yakni zina.

Selanjutnya, setiap manusia pasti menginginkan agar kisah pernikahannya seumpama pohon pisang, yakni sekali dalam seumur hidup. Untuk merealisasikan hal tersebut tidaklah mudah. Perlu dilakukan proses pemilihan pasangan yang sangat teliti untuk mencari pasangan hidup yang baik untuk di dunia dan akhirat.
Tidak bisa dipungkiri bahwa pernikahan merupakan fase kehidupan yang sangat membahagiakan. Kebahagiaan tersebut mengalir bukan hanya bagi pasangan yang menikah, namun juga bagi orang-orang terdekat yaitu, keluarga dan para sahabat.
Di Indonesia, sebagaimana di negara muslim lainnya, pernikahan kerap dirayakan dengan walimah yang mengundang keluarga serta sahabat. Bagi yang diundang, wajib kiranya mendatangi walimah ini jika memang tidak ada halangan. Selain memberikan ucapan selamat, patut juga bagi para undangan untuk memberikan doa bagi pasangan yang sedang berbahagia.

Definisi Nikah

doa pernikahan
duta.co

Sebelum membahas ucapan atau doa yang perlu dipanjatkan bagi undangan yang hadir untuk kedua mempelai dalam sebuah pernikahan, alangkah lebih baiknya kita mengetahui apa itu definisi tentang nikah menurut para ulama.

Secara kebahasaan, nikah bermakna “berkumpul”. Sedangkan menurut istilah syariat, definisi nikah dapat kita simak dalam penjelasan Syekh Zakariya Al Anshari dalam kitab Fathul Wahab berikut ini:

كتاب النكاح. هُوَ لُغَةً الضَّمُّ وَالْوَطْءُ وَشَرْعًا عَقْدٌ يَتَضَمَّنُ إبَاحَةَ وَطْءٍ بِلَفْظِ إنْكَاحٍ أَوْ نَحْوِهِ

Artinya, “Kitab Nikah. Nikah secara bahasa bermakna ‘berkumpul’ atau ‘bersetubuh’ dan secara syara’ bermakna akad yang menyimpan makna diperbolehkannya bersetubuh dengan menggunakan lafadz nikah atau sejenisnya,” (Lihat Syekh Zakaria Al Anshari, Fathul Wahab, Beirut, Darul Fikr, 1994, juz II, halaman 38).

Dari sudut pandang hukum, Sa‘id Mushtafa Al Khin dan Musthafa Al Bugha, Al Fiqhul Manhaji ‘ala Madzhabil Imam Asy Syâfi’i menjelaskan:

حُكم النِكَاحِ شَرْعُا للنكاح أحكام متعددة، وليس حكماً واحداً، وذلك تبعاً للحالة التي يكون عليها الشخص

Artinya, “Hukum nikah secara syara’. Nikah memiliki hukum yang berbeda-beda, tidak hanya satu. Hal ini mengikuti kondisi seseorang (secara kasuistik),” (Lihat Sa‘id Musthafa Al Khin dan Musthafa Al Bugha, Al Fiqhul Manhaji ‘ala Madzhabil Imam Asy Syâfi’i, Surabaya, Al-Fithrah, 2000, juz IV, halaman 17).

Adab-Adab Bagi yang Diundang dalam Walimatul Urs (Pernikahan)

doa pernikahan
wedding.com

Setelah mengetahui apa itu makna nikah, ada hal yang menarik, biasanya ketika akan bergulirnya bulan Syawal, kita jumpai kian berdatangannya undangan walimatul urs (pernikahan). Undangan silih berganti menghampiri, mulai dari undangan tetangga, kakak tingkat, kerabat hingga teman sejawat. Mengenai hal ini, ada beberapa hal yang hendaknya diperhatikan oleh setiap kita, selaku orang yang diundang :

1. Memenuhi Undangan

Pada asalnya, wajib hukumnya seseorang memenuhi undangan. Sebab, Rasulullah shallallaahu‘alaihi wa sallam pernah bersabda :

إِذَا دُعِيَ أَحَدُكُمْ إِلَى الْوَلِيْمَةِ فَلْيَأْتِهَا

Jika salah seorang diantara kalian diundang menghadiri acara walimah, maka datangilah” (HR. Bukhari no. 5173).

Bahkan, orang yang sedang berpuasa pun tetap wajib memenuhi undangan walimah tersebut,

إذا دعي أحدكم إلى طعام فليجب، فإن كان مفطراً فليطعم، وإن كان صائماً فليصل. يعني: الدعاء

Bila salah seorang diantara kalian diundang menghadiri jamuan makan, hendaklah ia memenuhi undangan tersebut. Jika ia tidak sedang berpuasa maka hendaklah ia ikut makan. Dan jika ia sedang berpuasa hendaknya ia mendoakan” (HR. Muslim no. 1431)

2. Mendoakan Keberkahan Bagi Pengantin Pria dan Wanita

Sejatinya, ada beberapa lafadz doa yang dianjurkan untuk dibaca dalam hal ini. Diantara doa yang sudah masyhur di telinga kita ialah doa yang terdapat pada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Doa tersebut ialah,

بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

Semoga Allah memberkahimu di waktu bahagia dan memberkahimu di waktu susah, serta semoga Allah mempersatukan kalian berdua dalam kebaikan” (HR. Abu Dawud no. 2130)

Dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi disebutkan bahwa kebiasaan orang Arab mengucapkan rifah kepada pengantin baru, tapi sudah diganti dengan sunnah Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam,

فَرَوَى بَقِيُّ بْنُ مَخْلَدٍ عَنْ رَجُلٍ مِنْ بَنِي تَمِيمٍ قَالَ : كُنَّا نَقُولُ فِي الْجَاهِلِيَّةِ بِالرِّفَاءِ وَالْبَنِينَ ، فَلَمَّا جَاءَ الْإِسْلَامُ عَلَّمَنَا نَبِيُّنَا قَالَ : ” قُولُوا بَارَكَ اللَّهُ لَكُمْ وَبَارَكَ فِيكُمْ وَبَارَكَ عَلَيْكُمْ

Baqi bin Kholid meriwayatkan dari salah seorang Bani Tamim, beliau berkata: “Di masa jahiliyyah, kami mengucapkan kepada penganting dengan ‘Birrifa’i wal Banin’. Maka ketika datang Islam, Rasulullah mengajarkan dengan doa “Barakallahu Lakum wa Baraka fikum wa baraka alaikum”

Makna ‘birrifa wal banin’ adalah semoga selalu tenang dan senang dengan yang ada serta banyak anak.

Doa dengan redaksi lain,

Dikutip dari karya Muhyiddin Abu Zakaria Yahya bin Syaraf An Nawawi Al Dimasyqi, Al Adzkâr Al Muntakhabah min Kalâmi Sayyid Al Abrâr hal. 283, berikut ini adalah doa yang sepatutnya kita ucapkan bagi pasangan mempelai yang baru saja melangsungkan akad nikah. Doa tersebut ialah:
بَارَكَ اللهُ لَكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ. بَارَكَ اللهُ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْكُمَا فِيْ صَاحِبِهِ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ

Bârakallâhu laka wa jama’a bainakumâ fî khairin. Bârakallahu likulli wâhidin minkumâ fî shâhibihi wa jama’a bainakumâ fî khairin.

“Berkah Allah (semoga tercurahkan) bagimu. Dan (semoga) Allah mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan. Berkah Allah (semoga tercurahkan) bagi masing-masing kalian berdua atas pasangannya, dan (semoga) Allah mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan”.

3. Mendoakan Orang yang Mengundang Setelah Selesai Makan

Syariat Islam yang begitu sempurna, mengatur setiap detail permasalahan kehidupan. Tak luput pula, mengenai hal adab ketika kita diundang. Diantara sunnah yang sering terlupakan ialah mendoakan orang yang mengundang setelah selesai makan. Diantara doa yang disunnahkan untuk dibaca ialah,

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ، وَارْحَمْهُمْ، وَبَاِرِكْ لَهُمْ فِيْمَا رَزَقْتَهُمْ

Ya Allah, ampunilah mereka, sayangilah mereka dan berkahilah mereka pada apa-apa yang Engkau karuniakan kepada mereka”. (HR. Ahmad IV/187-188).

Atau boleh pula dengan doa,

اَللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِي، وَاسْقِ مَنْ سَقَانِي

Ya Allah, berikanlah makan kepada orang yang telah memberi makan kepadaku dan berkahilah minum kepada orang yang telah memberi minum kepadaku” (HR. Muslim no. 2055)

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.