Cara Menanam Cabe dengan Hidroponik di Rumah

Negara Indoensia merupakan salah satu negara di Asia yang mayoritas penduduknya menyukai makanan yang memiliki cita rasa pedas. Sensasi pedas yang menggiurkan selalu mengugah nafsu makan. Tentu saja rasa pedas ini didapat dari cabe. Cabe merupakan buah dari tanaman yang memiliki rasa pedas dan panas.

Seiring berjalannya waktu, Indonesia sudah banyak melewati masa senang dan masa sulit. Salah satunya adalah masa dimana perekonomian sedang turun dan harga BBM naik membuat berbagai macam sembako juga ikut mengalami kenaikan harga.

Salah satunya adalah harga cabe. Cabe sendiri sudah hampir seperti bahan sembako yang pokok karena setiap hari memerlukan cabe sebagai pelengkap rasa masakan. Selain menambah selera makan, cabe juga memiliki manfaat baik yaitu vitamin C yang baik untuk kesehatan.

cara menanam cabe
penjagarumah.com

Menanam Cabe dengan Sistem Hidroponik

Ada banyak manfaat dari menanam cabe sendiri di rumah, selain membuat rumahmu terlihat lebih hijau, kamu juga akan merasakan masa panen. Apalagi jika harga sembako naik, kamu tidak perlu lagi mahal-mahal membeli cabe ke warung atau pasar.

Kamu hanya perlu memetik seperlunya dari tanaman cabe yang kamu tanam sendiri. Cara menanamnya juga sangat mudah simpel. Sebelum kita membahas mengenai cara menanam cabe dengan hidroponik, kamu harus tau dulu apa itu tanaman hidroponik?

Tanaman dengan sistem hidroponik merupakan tanaman yang ditanam dengan memanfaatkan air tanpa media tanah. Namun, dalam hal ini lebih menekan kepada pemenuhan vitamin atau nutrisi tanaman agar tetap tumbuh dan berbuah.

Dapat disimpulkan bahwa tanaman hidroponik merupakan tanaman yang tidak ditanaman di tanah. Dalam hal ini, bukan berarti pada proses menanam dengan sistem hidroponik tidak membutuhkan tanah. Tanah yang digunakan tidak seutuh murni, melainkan telah dicampur dengan sekam dan pupuk.

Seperti yang sudah dikatakan diatas, fokus pada cara menanam dengan sistem hidroponik ini adalah dengan memperhatikan pememuhan nutrisi tanaman. Metode ini sangatlah cocok untuk kamu yang tinggal di kota, dan tidak memiliki lahan yang cukup untuk menanam pohon cabe di halaman rumah.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang perlu kamu ikuti untuk menanam cabe dengan sistem hidroponik di rumah:

1. Menyiapkan Media Tanam Paralon

cara menanam cabe
blogspot.com

Untuk menanam cabe dengan sistem hidroponik tentunya kamu membutuhkan persiapan. Hal itu meliputi persiapan alat, perlengkapan hidroponik, dan teori yang kamu gunakan sebagai referensi. Berikut ini adalah langkah-langkah yang perlu kamu ikuti dalam melakukan persiapan:

a. Menyiapkan paralon dengan ukurun diameter 4 inch yang akan digunakan sebagai media tanam.

b. Potong paralon sama panjang dengan lahan yang akan diisi dengan tanaman tersebut. Kamu juga bisa menyusun paralon sesuai keingin sendiri dengan secantik mungkin.

c. Buatlah lubang tanam di sepanjang paralon dengan jarak yang sama sekitar 40 cm dengan diameter lubang tanam minimal 10 cm.

d. Pada sisi bagian bawah paralon dibuat berlubang dengan pori-pori menggunakan jarum atau paku yanng sudah dipanasi. Dengan begitu media tanam paralon baru bida digunakan.

2. Menyiapkan Bahan Hidroponik

Langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah menyiapkan bahan hidroponik sebagai pengganti tanah. Cara penanaman dengan sistem hidroponik ini sangatlah bervariatif, namun yang paling bagus adalah dengan menggunakan serabut kelapa atau serbuk kayu juga sekam.

Selain itu, kamu juga bisa menyampurnya dengan pasir atau perlit juga kerikil halus. Yang paling penting adalah perbandingan komposisi yang digunaka haruslah seimbang. Kamu bisa menggunakan perbandingan 1:1:1 pada racikan ini.

 3. Memberi Pupuk Dasar

Penggunaan pupuk dasar biasanya digunakan dengan cara mencampurkannya dnegan bahan hidroponik yang sudah disiapkan. Penyampuran pupuk ini dilakukan sebelum bahan dimasukan kedalam paralon. Hal ini bertujuan agar proses penyampuran dapat dilakukan dengan sempurna dan merata.

Untuk hasil yang maksimal kamu disarankan menggunakan perpaduan pupuk organik dengan pupuk buatan dengan perbandingan 30:1.  Untuk pupuk organik yang digunakan, kamu bisa memanfaatkan pupuk kandang yang sudah dikomposisikan dengan baik.

Untuk campuran pupuk butana yang digunakan, kamu bisa menggunakan campuran phonska dan SP 36 dengan perbandingan 2:1. Setelah semua bahan tercampur dengan merata, masukan racikan kedalam paralon yang sudah disiapkan hingga penuh.

4. Menyiapkan Sistem Pengairan

Untuk mempermudah dalam menyirami tanaman cabe, kamu perlu membuat sistem pengairan dengan memanfaatkan selang kecil yang dipasang melewati bagian setiap lubang diatas tanaman. Buatlah lah lubang pada selang tepat diatas lubang paralon, agar air jatuh tepat diatas tanaman.

Kamu juga bisa menghubungkan selang dengan gentong air yang di letaka pada tempat yang lebih tinggi sehingga air dapat mengalir pada selang kemudian tutup bagian lainnya dengan disumbat.

5. Menyiapkan Bibit

cara menanam cabe
ilmubudidaya.com

Langkah pertama dalam menyiapkan bibit, kamu harus mengayak tanah dan memasukkannya kedalam plastik polybag berukuran kecil. Siapkan bibit cabe terbaikmu, kamu bisa membelinya di penjual tanaman. Setelah itu rendam biji selama 4 jam dan bungkus menggunakan kain basah selama 3 hari.

Biji cabe yang sudah tumbuh menjadi kecambah harus segera ditanam dalam plastik pot kecil dan tunggu hingga 1 bulan dengan terus menyiraminya. Setelah satu bulan, maka bibit cabe siap dipindahkan kedalam paralon yang sudah berisi hidroponik.

Tanam bibit cabe tersebut dengan kuat dan jangan lupa untuk segera menyiraminya.

6. Cara Penyiraman

Karena tadi kata sudah menyiapkan sistem pengairan, maka proses penyiraman akan lebih mudah. Kamu bisa mengairinya 3 hari sekali dengan mengisi gentong dengan air keran yang mengalir. dengan begitu air akan secara otomasi mengaliri setiap tanaman pada lubang-lubang paralon.

Bagi kamu yang tidak ingin menggunakan sistem pengairan dengan selang secara otomatis, kamu masih bisa menyiraminya secara manual. Hanya saja hal ini akan memakan lebih banyak waktu dalam proses pengairan.

7. Pemberian Pupuk

Agar pohon cabe dapat tumbuh dengan maksimal, kamu juga perlu memberinya pupuk susulan dengan menggunakan campuran NPK perbandingan 16:16:16, NPK grower, KN03 dan mastahitam denga perbandingan 5:1:1:1.

Kamu dapat memberinya pupuk susulan setelah tanaman berusia 10 hari dalam paralon. Gunakan juga dosis satu gelas campuran pupuk yang terlarut dalam 40 liter air dan siramkan kepada setiap akar tanaman. Lakukanlah dengan interval 7-10 hari.

8. Pencegahan Hama

Ada 2 penyakit utama pada tanaman cabe, yaitu jamur dan serangga. Pada musim penghujan, jamur akan lebih mudah menyerang karena udara menjadi lembab dan membusukkan daun yang ada pada pohon jabe.

Serangan serangga yang datang biasanya adalah kutu daun, ulat grayak, dan lalat buah. Serangan serangga di musim kemarau sangatlah hebat dan membuat daun cabe menjadi keriting, sehingga kamu juga perlu memperhatikan hal ini.

Namun jangan khawatir, kamu bisa menggunakan fungsida kontak dan sistemik seperti antracol atau acrobat yang dicampur dengan pelekat. Semprotkan racikan tersebut 2 hari sekali hingga tanaman sehat dan bersih dari hama.

9. Panen

Akhirnya waktu yang ditunggu tiba! Kamu bisa memanennya saat tanaman cabe berusia 75 hingga 90 hari setelah ditanam. Panenlah ketika cabe telah bewarna kemerahan. Dalam hal ini disarankan untuk memanen cabe beserta dengan gagangnya agar cabe bisa tahan lama dan fresh.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.