Cara Membuat Diagram Histogram dan Poligon Frekuensi

Cara Membuat Histogram – Histogram dan poligon adalah dua grafik yang digunakan untuk menggambarkan distribusi frekuensi. Data yang telah disusun secara rapi dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dapat disajikan dalam bentuk diagram yang biasa dikenal sebagai histogram.

Histogram adalah kotak yang lebarnya menunjukkan interval kelas, sedangkan batas-batas tepi kotak merupakan tepi bawah dan tepi atas kelas, dan tingginya menunjukkan frekuensi pada kelas tersebut. Sebagai contoh silahkan amati tabel distribusi frekuensi data kelompok dari nilai ujian Matematika 50 siswa di kelas IX SMP 13 Melati di bawah ini:

Cara Membuat Histogram
novitaambarsari4.blogspot.com

Bisa kita lihat pada tabel di ats, data yang ada dikelompokkan ke dalam tujuh kelas interval. Interval yang pertama yaitu 50-54 dimana frekuensinya adalah 2, artinya adalah siswa yang mendapatkan nilai ulangan di antara 50-54 sebanyak 2 orang. Di dalam interval tersebut, nilai 50 menjadi batas bawah sementara nilai 54 menjadi batas atas kelas.

Baca juga: Cara Mudah Menghitung Rumus Luas dan Keliling Trapesium

Selain terdapat batas atas dan batas bawah, ada juga istilah tepi bawah dan tepi atas kelas. Tepi bawah dan tepi atas kelas ini digunakan untuk memastikan bahwa data yang masuk berada di kelas interval yang benar. Di samping itu, tepi bawah dan tepi atas kelas juga dapat berfungsi sebagai penentu panjang dari kelas interval apabila data-data yang ada telah tersaji dalam bentuk tabel distribusi frekuensi.

Cara menentukan tepi bwah dan atas kelas adalah sebagai berikut:

Tepi bawah kelas = batas bawah kelas – 0,5
Tepi atas kelas = batas atas kelas + 0,5

Sementara untuk panjang kelas interval adalah selisih yang terjadi di antara tepi atas dan tepi bawah kelas. Jika diambil contoh dari tabel di atas untuk intervalnya yang pertama yaitu 50-53 dapat ditentukan:

Tepi bawah kelas = 50-0,5 = 49,5
Tepi atas kelas = 54 + 0,5 = 54,5
Panjang kelas 54,5-49,5 = 5

Cara Membuat Histogram dan Poligon Frekuensi

Dari tabel distribusi frekuensi di atas kamu dapat membuat sebuah diagram dengan menggunakan beberapa persegi panjang yang disebut sebagai histogram. Bentuk dari histrogram ini hampir sama dengan diagram batang namun pada histogram persegi panjang atau batang-batang yang ada saling berhimpitan.

Pada histogram, setiap persegi panjang menentukan kelas tertentu, lebar persegi panjang menunjukkan kelas sementara pada tinggi persegi panjang menentukan frekuensinya. Dari tabel di atas kamu dapat membuat histogramnya menjadi seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.

Cara Membuat Histrogram
belajarmatematikaku.com

Tidak hanya dengan histogram loh, kamu juga dapat menggambarkan tabel distribusi frekuensi dengan menggunakan poligon frekuensi. Poligon frekuensi dapat dengan mudah kamu buat dengan cara menghubungkan titik-titik tengah dari tiap kelas interval secara berurutan.

Nah, agar poligon frekuensi “tertutup” pada ujung-ujungm maka sebelum kelas paling bawah dan setelah kelas paling atas kita tambahakan satu lagi kelas dengan frekuensi nol. Nah, berikut contoh gambar hasil penyajian tabel distribusi nilai yang ada dalam poligon frekuensi.

Cara Membuat Histogram
ikeeenj.blogspot.com

Demikianlah pembahan cara membuat histogram dan poligon frekuensi semoga bermanfaat ya.

Leave a Comment