Bahasa Maluku dan Keunikannya

Ada yang tahu Maluku? Ragam kebudayaan di Maluku? Bahasa Maluku? Maluku merupakan wilayah kepulauan terbesar di seluruh Indonesia, Provinsi Maluku dan Maluku Utara menyusun sebuah big islands yang dinamai Kepulauan Maluku. Banyaknya pulau yang saling terpisah satu dengan yang lainnya, juga mengakibatkan semakin beragamnya bahasa yang digunakan di provinsi ini.

Meskipun terdapat beragam bahasa daerah, namun bahasa yang biasa digunakan dalam pergaulan (lingua franca) secara umum oleh masyarakat Maluku adalah bahasa Ambon. Bahasa Ambon, yang merupakan salah satu dari rumpun bahasa Melayu Timur yang dikenal sebagai bahasa dagang atau trade lengangue.

Bahasa yang dipakai di Maluku terkhusus di Ambon, sedikit banyak telah dipengaruhi oleh bahasa-bahasa asing, bahasa-bahasa bangsa penjelajah yang pernah mendatangi, menyambangi, bahkan menduduki dan menjajah negeri atau tanah Maluku di masa lampau. Bangsa-bangsa itu ialah Spanyol, Portugis, Arab dan Belanda.

Peta Persebaran Bahasa Melayu di Indonesia dan Sekitarnya

Sejak dahulu kala, bahasa Melayu terdistribusi dan dipakai penutur di berbagai daerah, khusunya di Indonesia dan Asia Tenggara pada umumnya, dengan jalur penyebaran sebagai berikut:
1. Pulau Sumatra (Sumatra Utara, Riau Kepulauan, Jambi)

2. Pulau Jawa (Melayu Jakarta)

3. Nusa Tenggara Timur (Melayu Kupang)

4. Pulau Sulawesi (Melayu Makassar)

5. Maluku (Melayu Ambon, Melayu Dobo) Maluku Utara (Ternate)

6. Asi Tenggara (Malaysia, Brunei, Filipina, dan sebagainya)

Perbedaan Bahasa Melayu Ambon dan Melayu Ternate

 

bahasa maluku
gpswisataindonesia.wordpress.com

Sebelum bangsa Portugis menginjakkan kakinya di Ternate pada tahun 1512 M, bahasa Melayu telah ada di Maluku dan dipergunakan sebagai bahasa perdagangan.

Bahasa Melayu Ambon berbeda dari bahasa Melayu Ternate. Perbedaan bahasa Melayu ini banyak dipengaruhi oleh faktor ekstern (luar). Bahasa Melayu Ambon sangat berbeda dari suku-suku yang ada di Ternate. Misalnya bahasa Melayu Ambon mendapat banyak pengaruh dari bahasa Melayu Makassar. Kemudian pada abad XVI, Portugis menjajah Maluku sehingga cukup banyak kosakata bahasa Portugis masuk ke dalam bahasa Melayu Ambon.

Terakhir, bangsa Belanda masuk ke Maluku sehingga ada cukup banyak kata serapan dari bahasa Belanda yang diterima menjadi kosakata dalam bahasa Melayu Ambon. Pada zaman Belanda inilah, bahasa Melayu Ambon dipakai sebagai bahasa pengantar di sekolah-sekolah, gereja-gereja dan juga dalam terjemahan beberapa kitab dari Al Kitab.

Bahasa Maluku lainnya

Selain bahasa Melayu Ambon yang sampai saat ini digunakan sebagai alat komunikasi masyarakat Maluku, provinsi ini sebenarnya memiliki bahasa daerah yang dituturkan masyarakat Maluku di beberapa wilayah. Beberapa bahasa daerah tersebut yaitu:

1. Bahasa Wamale, digunakan penduduk Negeri Piru, Seruawan, Kamarian dan Rumberu (Kabupaten Seram bagian Barat)

2. Bahasa Alune, digunakan di wilayah tiga batang air yaitu Tala, Mala dan Malewa di wilayah Kabupaten Seram bagian Barat

3. Bahasa Nualu, digunakan oleh suku Nualau di Pulau Seram Selatan yaitu antara Teluk Elpaputi dan Teluk Teluti

4. Bahasa Koa, digunakan di wilayah pegunungan tengah Pulau Seram yaitu sekitar Manusela dan Gunung Kabauhari

5. Bahasa Seti digunakan oleh suku Seti di Seram Utara dan Teluti Timur, merupakan bahasa dagang di Seram bagian Timur

6. Bahasa Gorom merupakan turunan dari bahasa Seti dan dipakai oleh penduduk bersuku Gorom yang berdiam di Kabupaten Seram Bagian Timur yang menyebar sampai Kepulauan Watubela dan Maluku Tenggara

Ada yang menarik, setelah bahasa Indonesia baku mulai diajarkan di sekolah-sekolah Maluku, bahasa tersebut mulai memengaruhi bahasa Melayu Ambon sehingga sejumlah kata diserap dari bahasa Indonesia baku ke dalam bahasa Melayu setempat, tentu saja disesuaikan dengan ucapan (logat) setempat.

Bahasa Indonesia selaku bahasa resmi dan bahasa persatuan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) digunakan dalam kegiatan-kegiatan publik yang resmi dan formal seperti di kantor-kantor pemerintah dan di sekolah-sekolah sera di tempat-tempat umum seperti museum, bandara dan pelabuhan.

Bahasa Maluku Terancam Punah

bahasa maluku
kenalibudaya.info

Kantor Bahasa Provinsi Maluku mencatat dari 48 bahasa daerah di provinsi tersebut, tujuh diantaranya sudah punah. yaitu aitu bahasa Kayeli, Palumata, Moksela, Hukumina  dari Kabupaten Buru, bahasa Piru dari Kabupaten Seram Bagian Barat, bahasa Loon atau Loun dari Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah serta bahasa daerah  di sekitar Pulau Ambon.

Dari Hasil penelitian yang dilakukan, punahnya bahasa-bahasa tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, seperti pada zaman  Belanda hingga masa kemerdekaan terjadi pelarangan penggunaan bahasa itu di lembaga pendidikan, rumah ibadah bahkan kantor-kantor Belanda. Kondisi tersebut berpengaruh sampai saat ini.

Selanjutnya, punahnya bahasa daerah Maluku disebabkan juga karena adanya bencana alam yang menimpa permukiman warga sehingga berdampak pada perpindahan penduduk, yang menyebabkan penggunaan bahasa Melayu Ambon mengakibatkan peralihan bahasa.

Sedangkan 22 bahasa daerah lainnya yang terancam punah terdapat di lima kabupaten, yaitu Kabupaten Buru sebanyak dua bahasa, Kabupaten Maluku Tengah sebanyak tujuh bahasa, Kabupaten Maluku Tenggara  satu bahasa, Kabupaten Seram Bagian Barat satu bahasa dan Kabupaten Seram Bagian Timur  enam bahasa.

Dari hasil temuan di lapangan di desa-desa yang tersebar di Provinsi Maluku, tenyata sudah tidak lagi memakai bahasa daerah. Sehingga, harus dilaporkan kepada Kepala Daerah setempat untuk mendorong pemerintah daerah segera membuat peraturan daerah (tentang penyelamatan bahasa).

Terakhir, potensi punahnya bahasa daerah, juga disebabkan adanya pergeseran nilai-nilai budaya di masyarakat. Sering ada anggapan pemakaian bahasa Maluku disebut kampungan oleh sebagian orang, khususnya bagi generasi muda. Untuk itu, pentingnya penanaman nilai-nilai budaya lewat bahasa lokal sebagai identitas yang harus terus dilestarikan dan pentingnya penanaman nilai budaya pada generasi muda, lewat pendampingan atau edukasi.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.