Karakteristik, Sifat dan Fungsi Asam Asetat

Asam asetat atau acetic acid atau ethanoic acid adalah senyawa organik yang termasuk dalam golongan carboxylic acid dengan gugus fungsinya (RCOOH) dan rumus kimia (CH³COOH). Asam asetat adalah salah satu asam karboksilat paling sederhana (kedua paling sederhana, setelah asam format) dan memiliki rumus kimia CH³COOH.

Pada keadaan murni, keadaan bebas airnya disebut asam asetat glasial. Itu adalah cairan higroskopis tak berwarna yang membeku di bawah 16,7°C (62°F) ke kristal padat tak berwarna. Asam asetat dapat dibuat dari substrat yang mengandung alkohol, yang diperoleh dari berbagai macam bahan seperti buah-buahan, kulit nanas, pulp kopi dan air kelapa. Asam asetat merupakan sumber utama dalam pembuatan garam, derivat dan ester asam asetat.

Asam asetat  bersifat korosif dan uap yang dapat mengiritasi mata, menghasilkan rasa panas di hidung dan dapat menyebabkan sakit tenggorokan dan paru-paru tersumbat. Istilah asetat digunakan ketika mengacu pada anion karboksilat (CH³COO-) atau salah satu dari garam atau ester asam asetat.

Asam ini merupakan pereaksi kimia penting dan industri kimia yang berguna untuk produksi berbagai serat sintetis dan bahan polimer lainnya. Polimer ini termasuk polietilena tereftalat, digunakan terutama dalam botol minuman ringan, selulosa asetat, digunakan terutama untuk film fotografi dan polivinil asetat untuk lem kayu. Pada rumah tangga, asam asetat encer sering digunakan dalam zat pembersih kerak.

Industri makanan menggunakannya (dengan kode E260 makanan aditif) sebagai regulator keasaman. Permintaan global untuk asam asetat telah diperkirakan sekitar 6,5 juta metrik ton per tahun (Mt/a). Dari jumlah itu, sekitar 1,5 Mt/a dipenuhi oleh daur ulang, sisanya diproduksi dari bahan baku petrokimia atau sumber biologis.

Rumus Kimia

asam asetat
pinterest.co.uk

Asam asetat atau asam cuka memiliki rumus C2H4O2. Rumus ini pun seringkali ditulis dalam bentuk CH3–COOH, CH3COOH, atau CH3CO2H.

Karakteristik

1. Sifat Fisika

Sifat fisika berbentuk cair jernih, tidak berwarna, berbau menyengat, berasa asa, mempunyai titik beku 16,60°C, titik didih 118,10°C, berat molekul 60,05, dan larut dalam alkohol, ar dan ester. Tidak larut dalam karbon disulfida. Dibuat dengan cara fermentasi alkohol dengan bakteri Acetobacter, pembuatan macam ini biasa digunakan dalam pembuatan cuka pada makanan.

2. Sifat Kimia

Asam asetat mudah menguap di udara, mudah terbakar dan dapat menyebabkan korosif pada logam. Asam asetat larut dalam air pada suhu 200°C, (etanol (9,5%) pekat dan gliserol pekat. Jika diencerkan tetap bereaksi asam. Penetapan kadar biasanya menggunakan basa natrium hidroksida, dimana 1 ml natrium hidroksida 1N setara dengan 60,05 mg CH³COOH.

Sifat-sifat Kimia

1. Keasaman

Atom hidrogen (H) pada gugus karboksil (−COOH) dalam asam karboksilat dapat dilepaskan sebagai ion H+ (proton), sehingga memberikan sifat asam. Asam asetat adalah asam lemah monoprotik dengan nilai pKa=4,8. Basa konjugasinya adalah asetat (CH3COO). Sebuah larutan 1,0 M asam asetat (kira-kira sama dengan konsentrasi pada cuka rumah) memiliki pH sekitar 2,4.

2. Dimer Siklis

Struktur kristal asam asetat menunjukkan bahwa molekul-molekul asam asetat berpasangan membentuk dimer yang dihubungkan oleh ikatan hidrogen. Dimer juga dapat dideteksi pada uap bersuhu 120°C. Dimer juga terjadi pada larutan encer di dalam pelarut tak berikatan hidrogen dan kadang-kadang pada cairan asam asetat murni.

Dimer dirusak dengan adanya pelarut berikatan hidrogen (misalnya air). Entalpi disosiasi dimer tersebut diperkirakan 65,0–66,0 kJ/mol, entropi disosiasi sekitar 154–157 J mol−1 K−1. Sifat dimerisasi ini juga dimiliki oleh asam karboksilat sederhana lainnya.

3. Sebagai Pelarut

Asam asetat cair adalah pelarut protik hidrofilik (polar), mirip seperti air dan etanol. Memiliki konstanta dielektrik sedang yaitu 6,2, sehingga ia bisa melarutkan baik senyawa polar seperi garam anorganik dan gula maupun senyawa non polar seperti minyak dan unsur-unsur seperti sulfur dan iodin. Bercampur dengan mudah dengan pelarut polar atau non polar lainnya seperti air, kloroform dan heksana. Sifat kelarutan dan kemudahan bercampur dari asam asetat ini membuatnya digunakan secara luas dalam industri kimia.

4. Reaksi-reaksi Kimia

Bersifat korosif terhadap banyak logam seperti besi, magnesium dan seng, membentuk gas hidrogen dan garam-garam asetat (disebut logam asetat). Logam asetat juga dapat diperoleh dengan reaksi asam asetat dengan suatu basa yang cocok. Contoh yang terkenal adalah reaksi soda kue (natrium bikarbonat) bereaksi dengan cuka. Hampir semua garam asetat larut dengan baik dalam air. Salah satu pengecualian adalah kromium (II) asetat. Contoh reaksi pembentukan garam asetat:

Mg(s) + 2 CH3COOH(aq) → (CH3COO)2Mg(aq) + H2(g)

NaHCO3(s) + CH3COOH(aq) → CH3COONa(aq) + CO2(g) + H2O(l)

Aluminium merupakan logam yang tahan terhadap korosi karena dapat membentuk lapisan aluminium oksida yang melindungi permukaannya. Karena itu, biasanya diangkut dengan tangki-tangki aluminium.

Asam asetat mengalami reaksi-reaksi asam karboksilat, misalnya menghasilkan garam asetat bila bereaksi dengan alkali, menghasilkan logam etanoat bila bereaksi dengan logam dan menghasilkan logam etanoat, air dan karbondioksida bila bereaksi dengan garam karbonat atau bikarbonat.

Reaksi organik yang paling terkenal dari asam asetat adalah pembentukan etanol melalui reduksi, pembentukan turunan asam karboksilat seperti asetil klorida atau anhidrida asetat melalui substitusi nukleofilik. Anhidrida asetat dibentuk melalui kondensasi dua molekul asam asetat. Ester dari asam asetat dapat diperoleh melalui reaksi esterifikasi fischer dan juga pembentukan amida. Pada suhu 440°C, asam asetat terurai menjadi metana dan karbon dioksida, atau ketena dan air.

5. Deteksi

Asam asetat dapat dikenali dengan baunya yang khas. Selain itu, garam-garam dari asam asetat bereaksi dengan larutan besi (III) klorida, yang menghasilkan warna merah pekat yang hilang bila larutan diasamkan. Garam-garam asetat bila dipanaskan dengan arsenik trioksida (AsO3) membentuk kakodil oksida ((CH3)2As-O-As(CH3)2), yang mudah dikenali dengan baunya yang tidak menyenangkan.

Fungsi Asam Asetat

asam asetat
chem.libretexts.org
  • Sebagai pereaksi kimia, pereaksi kimia dilakukan untuk menghasilkan berbagai macam senyawa kimia. Biasanya digunakan untuk produksi monumel vinil. Selain itu digunakan juga untuk pereaksi kimia yang lainnya
  • Produksi polimer, petan asam asetat dalam produksi polimer ini sangat membantu. Selain itu, juga memang memiliki berbagai macam fungsi
  • Sebagai pengatur keasaman, digunakan sebagai pengatur keasaman pada industri makanan
  • Sebagai pelunak air, jika dalam industri makanan kebanyakan asam asetat digunakan untuk mengatur keasaman, beda dengan dirumah tangga biasanya asam asetat digunakan sebagai pelunak air
  • Minuman fungsional, contohnya cuka apel dan minuman fungsional lainnya
  • Bahan baku membuat bahan kimia, sering juga digunakan untuk membuat bahan baku kimia, namun harus disesuaikan dengan kebutuhannya
  • Digunakan ke dalam produksi ester
  • Produksi anhidrida asetat

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.