8 Alat Musik dari Jawa Barat dan Cara Memainkannya

Alat Musik dari Jawa Barat – Kita tahu bahwa sebenarnya di Indonesia banyak sekali daerah yang memiliki alat musik salah satunya dari Jawa Barat. Jawa Barat sendiri terdiri dari 18 kabupaten dan 9 kota. Masing dari kabupaten ini juga memiliki alat musik nya sendiri.

Cukup luas memang tapi setidak-tidaknya alat musik tradisional dari Jawa Barat ini perlu mendapatkan perhatian yang sangat khusus untuk melestarikan keberadaannya dari waktu ke waktu. Jangan sampai anak cucu kita nanti tidak tahu bahwa dulu ada alat musik yang sangat keren tumbuh bersama masyarakat Jawa Barat.

Alat musik ini juga salah satu kekayaan kebudayaan Indonesia, mau tidak mau kita harus terus menjaganya. Nah, di bawah ini ada beberapa alat musik dari Jawa Barat yang harus kamu ketahui terlebih dahulu sebelum siap untuk menjaganya.

Inilah Alat Musik dari Jawa Barat

1. Angklung

Alat Musik dari Jawa Barat
intensia.blogspot.co.id

Angklung adalah salah satu alat musik tradisional yang multitonal atau bernada ganda. Anklung sendiri sangat berkembang dalam budaya masyarakat sunda di Jawa Barat. Alat musik dari Jawa Barat ini terbuat dari bambu yang dipotong ujungnya dan dibunyikan dengan cara menggoyangkannya.

Bunyi yang dihasilkan dari benturan badan bambu sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar yang memiliki nada-nada tertentu sesuai dengan besar ukuran bambu. Instrumen ini dapat digolongkan ke dalam jenis idiofon atau alat musik yang sumber bunyinya berasal dari bahanya.

Tahukah kamu bahwa angklung sudah ditetap sebagai salah satu warisan kebudayaan dunia oleh UNESCO pada tahun 2010 dengan ketegori Mesterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity.

2. Calung

Alat Musik dari Jawa Barat
kompas.com

Jika dilihat secara sekilas calung ini hampir mirip bentuknya dengan angklung. Namun tetap saja ada pperbedaan mendasar diantara keduanya, terutama pada cara memainkan alat musik ini. Angklung sendiri dimainkan dengan cara menggoyangkannya, sedangkan calung dimainkan dengan cara dipukul dibagian ruas bambunya untuk menimbulkan nada.

Calung sendiri terbagi dua jenis, yaitu calung jinjing dan calung rantay. Calung jinjing terbentuk pada deretan bambu bernada yang disatukan dengan sebilah bambu kecil (paniir). Sedangkan rantay adalah bilah tabung yang dideretkan dengan tali kulit waru (lulub) dari yang terbesar hingga terkecil, jumlahnya ada 7 ruas bambu ataupun lebih.

3. Celempung

Alat Musik dari Jawa Barat
alampedia.blogspot.co.id

Celempung adalah alat musik tradisional dari Jawa Barat yang tergolong unik, karena tidak ada yang mengetahui asal mula keberadaan alat musik ini dan kapan diciptakannya.

Celempung sendiri dibuat dari hinis bambu (kulit bambu) dengan memanfaatkan resonasi yang ada pada dalam ruas batang bambu untuk menghasilkan suara.

Untuk memainkan alat musik ini ada dua cara yaitu dengan cara memukul dan pengolahan suara. Memukul disini adalh kedua alur sembilu dipukul secara bergantian tergantung ritme dan suara yang kita inginkan. Sedangkan pengolahan suara adalah menggunakan tangan kiri untuk mengatur besar atau kecilnya udara yang keluar dari badang celempung ini.

Suara yang dihasilkan celempung sendiri bisa sangat beragam tergantung keahlian dari orang-orang yang memainkannya. Kamu dapat membuat suara tinggi jika membuka lubang lebih besar dan suara rendah dengan menutup rapat lubangnya.

4. Karinding

Alat Musik dari Jawa Barat
disanguan.com

Karinding adalah salah satu alat musik dari Jawa Barat yang tergolong alat musik tiup. Pada sebagian daerah alat musik ini terbuat darii bambu, namun ada juga yang membuautnya dari pelepah pohon aren.

Penggunaan karinding ini cukup unik, untuk karinding yang terbuat dari bambu digunakan untuk kaum wanita. Sedangkan karinding yang berbahan dasar pelepah aren digunakan oleh para pria.

Cara memainkan alat musik ini adalah tiga ruasnya harus didekatkan ke mulut, kemudian salah satu sisinya dipukul dengan jari tanga untuk menghasilkan resonansi suara.

5. Suling

Alat Musik dari Jawa Barat
pbase.com

Alat musik dari Jawa Barat satu ini mungkin kamu sudah banyak yang tahu. Iya, suling adalah alat musik tiup yang berbahan dasar kayu atau bambu dan memiliki lubang untuk mengatur nada. Jumlah lubangnya juga bervariasi, ada empat, enam, hingga delapan tergantung kebutuhan dari lagu tersebut.

Di Jawa Barat teruma suku sunda, suling yang paling sering digunakan adalah suling berlubang empat hingga enam saja. Fungsi dari suling sendiri hanya sebagai melodi.

6. Kacapi

Alat Musik dari Jawa Barat
wikimedia.org

Kacapi adalah alat musik dari Jawa Barat yang digunakan sebagai alat musik utama dalam tembang sunda atau mamos cianjuran. Kacapi biasanya dimainkan dengan cara dipetik dengan jari tangan kanan dan tangan kiri. Kacapi juga dibagi menjadi dua yaitu kacapi indung dan kacapi rincik.

Kacapi indung memimpin jalannya musik dengan cara memberikan intro, bridges, interlude, dan juga menentukan tempo. Sedangkan kecapi rincik memperkaya iringan musik dengan mengisi ruang antar nada dengan frekuensi yang tinggi, khususnya dalam lagu-lagu yang bermetrum tetap, seperti Kacapi Suling atau Sekar Penambih.

7. Rebab

Alat Musik dari Jawa Barat
nkfu.com

Rebab adalah salah satu alat musik dari Jawa Barat yang cukup berumur. Alat musik rebab ini dikenal pada abad ke-9 masehi, dibawa oleh para pedagang Timur Tengah yang datang ke Indonesia.

Pada mulanya alat musik rebab ini berbahan dasar tembaga yang disertai dua atau tiga dawai saja. Namun, seiring dengan berjalannya waktu bahan dasar Rebab berubah menjadi kayu.

Hampir mirip dengan biola, cara memainkannya rebab pun dengan menggeseknya. Alat musik ini termasuk dalam serangkaian musik gamelan yang biasa digunakan dalam menggiring sebuah pertunjukkan kliningan, celempungan, wayang dan penggiring nyanyian sinden.

8. Tarawangsa

Alat Musik dari Jawa Barat
soraawi.blogspot.co.id

Ternyata di Indonesia adalah loh musik tradisional yang mirip dengan biola. Yup, tarawangsa namanya. Alat musik ini cara memainkannya dengan digesek, ya hampir miriplah dengan biola. Oh iya, alat musik ini sudah cukup tua loh, karena namanya sendiri terdapat pada naskah kuno abad ke-18 Sewaka Darma.

Tarawangsa sendiri memiliki dua dawai, namun hanya satu saja yang dapat dibunyikan dengan cara digesek, nah selebihnya dawai tersebut dipetik dengan jari telunjuk dengan kiri untuk mendapatkan bunyi.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.